Senopati Penthouse Tembus Rp 8 Miliar Per Unit

Kompas.com - 25/06/2013, 16:37 WIB
Unit-unit apartemen Senopati Penthouse saat ini dipatok seharga Rp 8 miliar hingga Rp 8,5 miliar. Senopati PenthouseUnit-unit apartemen Senopati Penthouse saat ini dipatok seharga Rp 8 miliar hingga Rp 8,5 miliar.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain properti pendatang baru, PT Senopati Aryani Prima, berhasil merampungkan konstruksi struktur Senopati Penthouse. Ini merupakan apartemen kelas atas yang diluncurkan sejak November 2012 lalu.

Rencananya, prosesi tutup atap Senopati Penthouse akan dilakukan pada September 2013 dan serah terima kunci secara bertahap pada 31 Mei 2013.

Kendati sempat dipandang sebelah mata, namun PT Senopati Aryani Prima dapat menaklukkan kepercayaan pasar dengan membeli produk mereka. Hingga saat ini unit-unit Senopati Penthouse sudah terjual sebanyak 85 persen dari totak 58 unit yang dijual. Masing-masing unit kini dibanderol dengan harga Rp 8 miliar-Rp 8,5 miliar untuk ukuran 131 dan 135 meter persegi. Sebelumnya, per unit apartemen "hanya"  seharga Rp 4,5 miliar-Rp 5 miliar.

Presiden Direktur Senopati Aryani Prima Lukman Purnomosidi, harga per unit apartemen di kawasan yang sudah tetap peruntukannya seperti CBD Sudirman bisa melonjak 20 persen sampai 30 persen per tahun. Kelengkapan fasilitas-fasilitas umum baru dapat mendongkrak harga lebih tinggi lagi. Dengan kata lain, harga tanah di daerah Senopati yang mencapai Rp 25 juta per meter persegi tahun lalu berpotensi naik lebih tinggi lagi dengan kehadiran "landmark-landmark" baru seperti Stasiun MRT dan Signature Tower.

"Saat ini proses pembangunan berjalan sesuai target yang sudah ditetapkan saat awal peluncuran," ujar Lukman kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (24/6/2013).

Berdasarkan harganya, profil pembeli Senopati Penthouse sudah dapat dipastikan berasal dari kalangan atas. Namun, data menunjukkan bahwa mereka tidak membeli hunian untuk pertama kalinya. Profil pembeli, umumnya adalah mereka yang butuh tinggal di Jakarta karena bisnis atau telah sukses di daerah asalnya. Birokrat daerah, serta mereka yang membeli untuk anak juga tercatat sebagai konsumen.

Direktur PT Senopati Aryani Prima Jimmi Rachmat mengatakan, para konsumen tersebut, serta jajaran pemimpin PT Senopati Aryani Prima dapat mengecek kemajuan proyek lewat internet. Kamera CCTV di beberapa titik, juga sudah disebar di lokasi proyek. Cara ini ternyata dapat menjaga kedisiplinan dan membuat proyek selesai tepat waktu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X