Kompas.com - 20/06/2013, 14:38 WIB
BEKASI, KOMPAS.com — Direktur Utama Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) Himawan Arief Sugoto mengatakan, dengan menghuni apartemen atau rumah susun sederhana milik (rusunami) yang dekat dengan pusat ekonomi, pola perjalanan rakyat akan berubah. Rusunami cocok untuk menjawab tantangan ketersediaan hunian bagi rakyat kurang mampu sampai yang berpenghasilan menengah di kawasan Jabodetabek.

Demikian diungkapkan Hiwaman dalam jumpa pers seusai peletakan material akhir atap (topping off) Blok C-D Rusunami Grand Center Point Kota Bekasi, Rabu (19/6/2013). Himawan mencontohkan pembangunan Rusunami Grand Center Point pada lahan 1,3 hektar di kawasan amat strategis, Jalan Ahmad Yani, Bekasi, yang dipandang sebagai etalase Kota Bekasi.

Menurut dia, karena jarak tempat tinggal dan tempat kerja dekat, rakyat bisa didorong untuk memakai transportasi massal atau malah sepeda dan jalan kaki daripada memakai kendaraan pribadi. Dengan asumsi ketersediaan transportasi massal juga prima, sistem ini akan berhasil mengurai keruwetan lalu lintas.

Di sisi lain, Himawan mengakui, harga jual hunian terus naik. Masyarakat berpenghasilan pas-pasan terdesak hidup ke pinggiran Ibu Kota di rumah amat sederhana. Padahal, jarak rumah dengan Ibu Kota jauh sehingga pengeluaran transportasi jadi mahal, energi dan waktu banyak terbuang.  

Masalahnya, pembangunan rusunami belum mendapat campur tangan pemerintah, misalnya dalam hal seleksi penghuni, bantuan prasarana, dan fasilitas. Harga hunian juga terus naik karena inflasi dan akibat kenaikan harga BBM.

"Sebagian subsidi BBM sebaiknya dialihkan untuk pembangunan rusunami bagi masyarakat yang memerlukan," kata Himawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perumnas baru saja melakukan tahap peletakan material akhir atap (topping off) Blok C-D Rusunami Grand Center Point Kota Bekasi, Rabu (19/6/2013) kemarin. Rusunami di lahan 1,3 hektar itu berada di kawasan strategis, Jalan Ahmad Yani, Bekasi, yang dipandang sebagai etalase Kota Bekasi.

Di lokasi tersebut dibangun Blok A-B-C-D dengan harga jual sekitar Rp 190 juta per unit tipe studio. Sementara tipe dua kamar seharga Rp 230 juta per unit.

"Kalau dibangun oleh pengembang biasa, harga jualnya jelas berkali-kali lipat untuk kawasan yang premium seperti ini," katanya.

Di lokasi itu dibangun Blok A-B terdiri atas 870 hunian dan 102 kios yang sudah terjual semua. Saat ini, pembangunan Blok C-D terdiri atas 972 unit, 164 kios, dan 40 sentra makanan sudah mencapai 70 persen. Sebanyak 448 hunian Blok C sudah terjual, sementara yang sudah terjual di di Blok D mencapai 362 hunian dari 504 hunian atau 72 persen.

Empat blok rusunami itu mampu menampung 5.600 orang dengan asumsi per unit untuk 3 orang. Jika dibangun perumahan horizontal, paling banyak bisa untuk 200 rumah tipe sederhana, dengan asumsi sama, cuma mampu menampung 600 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Bunda, Ini yang Harus Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak

Ayah Bunda, Ini yang Harus Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak

Interior
5 Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Pantang untuk Kamar Tidur

5 Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Pantang untuk Kamar Tidur

Berita
Ace Hardware Hadirkan Produk Lantai Ramah Anak dan Lingkungan

Ace Hardware Hadirkan Produk Lantai Ramah Anak dan Lingkungan

Interior
Berkat Bendungan Semantok dan JTTS, Hutama Karya Raih Dua Penghargaan Internasional

Berkat Bendungan Semantok dan JTTS, Hutama Karya Raih Dua Penghargaan Internasional

Berita
Simak, Daftar Jalan Tol dan Rest Area Terbaik Hasil Penilaian Kementerian PUPR

Simak, Daftar Jalan Tol dan Rest Area Terbaik Hasil Penilaian Kementerian PUPR

Berita
3 Ruas Tol Jasa Marga Catat LHR Tertinggi, Mana Saja?

3 Ruas Tol Jasa Marga Catat LHR Tertinggi, Mana Saja?

Berita
Banyak Pengembang Aktif, PropertyGuru Tangkap Peluang Besar Properti Indonesia

Banyak Pengembang Aktif, PropertyGuru Tangkap Peluang Besar Properti Indonesia

Berita
Tahun 2023, Kementerian PUPR Akan Perluas Wilayah Layanan Konsultasi Rumah

Tahun 2023, Kementerian PUPR Akan Perluas Wilayah Layanan Konsultasi Rumah

Hunian
23.000 Kendaraan Lintasi Tol Medan-Binjai, Rekor Tertinggi Selama Operasi

23.000 Kendaraan Lintasi Tol Medan-Binjai, Rekor Tertinggi Selama Operasi

Berita
Punya Furnitur Kayu? Ini Pilihan Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Cocok

Punya Furnitur Kayu? Ini Pilihan Warna Cat Rumah Bagian Dalam yang Cocok

Tips
Properti Masih Jadi Instrumen Investasi yang Aman

Properti Masih Jadi Instrumen Investasi yang Aman

Berita
Per 5 Desember, Kementerian PUPR Tangani 1.806 Layanan Konsultasi Rumah

Per 5 Desember, Kementerian PUPR Tangani 1.806 Layanan Konsultasi Rumah

Hunian
Pembangunan RISHA untuk Korban Gempa Cianjur Sudah Capai 6 Unit

Pembangunan RISHA untuk Korban Gempa Cianjur Sudah Capai 6 Unit

Berita
Canda Sri Mulyani soal Rambut Putih Basuki: Setiap Detik Memikirkan Rakyat, Kulitnya Berkerut

Canda Sri Mulyani soal Rambut Putih Basuki: Setiap Detik Memikirkan Rakyat, Kulitnya Berkerut

Berita
Hadi Tjahjanto Beberkan Tiga Masalah Beserta Solusi Penanganan Jabodetabek-Punjur

Hadi Tjahjanto Beberkan Tiga Masalah Beserta Solusi Penanganan Jabodetabek-Punjur

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.