Beijing Perketat Praktik "Pre-Sales" Properti

Kompas.com - 17/06/2013, 18:19 WIB
Beijing membuat aturan baru guna mengendalikan praktik pra penjualan properti. WANG ZHAO/AFPBeijing membuat aturan baru guna mengendalikan praktik pra penjualan properti.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Beijing memperketat aturan praktik pra penjualan (pre sales) properti. Menyusul aturan perbankan yang juga mengetatkan kredit konstruksi.

Untuk diketahui, Beijing telah memberlakukan pembatasan properti untuk mencegah praktik spekulasi, termasuk persyaratan uang muka minimal 70 persen untuk rumah kedua dan larangan satu orang rumah tangga membeli lebih dari satu rumah. Harga rumah baru di Beijing naik 2 persen pada Mei dari April, sementara harga keseluruhan meningkat 3,1 persen. Ini merupakan  kenaikan terbesar di antara empat kota tier pertama China.

Aturan baru tersebut, meningkatkan kebutuhan dana pembangun para pengembang. Selama ini, dana pembangunan mudah didapatkan sebelum penjualan dimulai. Dengan langkah baru, diharapkan dapat membatasi fleksibilitas mereka dalam menggunakan dana dari hasil pra penjualan.

"Jelas, langkah baru ini merupakan tekanan bagi pengembang untuk mempercepat terbangunnya pasokan baru," ujar Hu Jinghui, WakilPpresiden Bacic & 5i5j Group. Beijing juga berkepentingan meningkatkan faktor risiko pengembang membatasi mereka untuk menaikkan harga rumah lebih tinggi."

Kebijakan Lokal

Dengan kebijakan baru, pengembang tidak bisa seenaknya mengajukan permohonan ijin pra penjualan untuk bangunan yang progres konstruksinya masih kurang dari tujuh lantai. Ijin akan diberikan jika progres konstruksi telah mencapai separuh atau lebih baik lagi rampung keseluruhan untuk proyek residensial "high rise". Persyaratan ini  berlaku untuk semua proyek non-perumahan yang tanahnya dibeli setelah 1 Agustus.

"Aturan pra penjualan Beijing yang ketat ini menyiratkan kebijakan perumahan dapat menjadi lebih lokal," Jinsong Du, Analis Properti Credit Suisse Group AG di Hong Kong.

Mantan Predana Menteri China, Wen Jiabao Premier, pada 20 Februari meminta pemerintah kota Beijing untuk "tegas" mengekang spekulasi properti dan mengendalikan pemulihan harga perumahan tahun ini.




Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X