14 UKM Jepang Hadir di Cikarang

Kompas.com - 10/06/2013, 17:54 WIB
EditorHilda B Alexander

CIKARANG, KOMPAS.com - Sejak Lippo Cikarang melansir pusat UKM khusus Jepang (Japanese Small Medium Enterprises/SMEs) Februari 2013 lalu, kini sudah ada empat belas (14) perusahaan yang bergabung.

Menurut Presiden Direktur Lippo Cikarang Meow Chong Long, ada tambahan tujuh perusahaan baru yang membuka usahanya di Cikarang. Menyusul tujuh perusahaan pertama, antara lain PT Summit Electrical Steel Processing Indonesia, PT Katsuyamaseiki KKB Indonesia yang merupakan produsen alat proses metal (cutting tool manufacturer and regrind), PT Kobayu Trading Indonesia yang bergerak pada usaha perdagangan komponen industri, PT Tsujikawa Indonesia merupakan produsen produsen alat cetak untuk industri (dies manufacturer), serta PT Nihon Haken yang memproduksi alat proses metal berbentuk berlian (diamond cutting tool manufacturer).

"Sampai saat ini Japanese SMEs dihuni oleh 14 perusahaan skala kecil menengah dan akan terus meningkat lagi di masa yang akan datang. Kehadiran mereka berpotensi menyerap tenaga kerja. Kami targetkan untuk tahap I sekitar 25 perusahaan yang bergabung. Peminatnya sekitar 30-40 perusahaan," ujar Meow kepada Kompas.com, di Cikarang, Senin (10/6/2013).

Pusat UKM seluas 5,3 hektar tersebut didedikasikan bagi investor skala kecil dan menengah asal Jepang yang berminat memperluas usahanya di Indonesia. Lippo Cikarang mengembangkan pusat UKM ini sebagai bagian dari usaha untuk menjaring peluang bisnis dan investasi pada kawasan industri yang berkelanjutan. Dalam mengembangkan Japanese SMEs, mereka berkolaborasi dengan Forval Indonesia

Perusahaan-perusahaan tersebut menyewa lahan untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Saat ini, harga sewa lahan di Japanes SMEs senilai 75 dollar AS per meter persegi atau sekitar Rp 738.189. Harga ini jauh di bawah kawasan industri komersial yang sudah mencapai angka rata-rata Rp 1,8 juta per meter persegi. Naik ketimbang tahun lalu yang dipatok rata-rata Rp 1,5 juta per meter persegi. Sedangkan harga kavling perumahan di jalur utama sudah mencapai level Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per meter persegi.

Meow menargetkan tahun ini dapat menjual 60 hingga 80 hektar lahan industri dari total cadangan seluas 200 hektar.

 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X