Ingin Dikenal, Merah Putih Perkuat Pasar Ritel

Kompas.com - 10/06/2013, 16:24 WIB
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai "pemain baru" dalam industri semen Nasional, Semen Merah Putih yang diproduksi PT Cemindo Gemilang memang belum dikenal secara luas. Untuk itu mereka membutuhkan strategi khusus agar dapat menjadi produk pilihan masyarakat.

General Manager Commercial Division Cemindo Gemilang, Oza Guswara membeberkan stategi perusahaannya. Selain membangun branding juga menambah nilai ke jalur pasokan. Mulai dari distributor, toko, end user,  hingga pemilik rumah.

"Kami fokus pada pasar ritel. Cara kami agar dapat memperluas pangsa pasar adalah dengan terus memberikan pelatihan dan technical support," ujar Oza kepada Kompas.com, di Jakarta, Senin (10/6/2013).

Kendati konsentrasi Cemindo Gemilang pada pasar ritel, bukan berarti pasar korporat diabaikan. Beberapa perusahaan properti besar, saat ini sudah mulai melirik dan menggunakan produk mereka. 

Saat ini, Cemindo Gemilang tengah membangun dua pabrik baru di Bayah dan Ciwandan, Banten. Pabrik di Bayah dapat mengerjakan semua proses produksi semen, mulai dari bahan mentah, klinker (semen setengah jadi), pencampuran dengan gipsum, hingga menjadi semen. Kapasitas produksinya sebesar 4,5 juta ton per tahun. Sementara di Ciwandan, merupakan pabrik Grinding Plant dengan kapasitas produksi 750.000 ton per tahun. Kedua pabrik tersebut menghabiskan biaya investasi sebesar 400 juta dollar AS (Rp 3,9 triliun).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X