Awas... Waspadai Kejahatan di Apartemen!

Kompas.com - 10/06/2013, 13:07 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Kebutuhan hunian di perkotaan yang terus meningkat mendorong apartemen terus diburu dan bisnis sewa hunian vertikal itu kian cerah. Namun, maraknya pertumbuhan investasi apartemen menyisakan sederet kerentanan masalah sosial dan modus kejahatan yang mengintai.

Beberapa waktu lalu, Rika (37), pemilik sebuah unit apartemen di Apartemen Casablanca Mansion, Jakarta Selatan, mengaku kecolongan. Perempuan yang menjalankan bisnis sewa apartemen ini menjadi korban pencurian oleh penyewa unit apartemennya.

Semula, ibu dari dua anak ini memasang iklan untuk memasarkan unitnya di sebuah laman sewa apartemen. Dari situ, Rika menerima beberapa telepon dari calon penyewa yang berminat terhadap unitnya. Pilihan jatuh pada HW, yang hendak menyewa unit selama setahun dengan nilai sewa total Rp 72 juta atau setara Rp 6 juta per bulan.

Sebelum pembayaran sewa apartemen berlangsung, Sabtu (25/5) siang, HW meminta kunci unit apartemen diserahkan dengan alasan harus segera memindahkan barang-barang miliknya dari hotel yang ditempati oleh dia dan keluarganya. HW berjanji akan membayar cicilan sewa tahap awal senilai Rp 50 juta pada Sabtu sore, karena menunggu pencairan tunjangan sewa rumah dari kantornya.

Biasanya, tutur Rika, penyewa apartemen yang ingin langsung menempati hunian cenderung akan membayar uang sewa di awal berbarengan dengan tanda tangan kontrak sewa. Meski curiga, Rika menyerahkan kunci unit miliknya kepada HW dengan harapan uang sewa ditransfer pada Sabtu sore. Namun, hingga Minggu malam, HW belum juga membayar uang sewa dan telepon genggamnya tidak lagi aktif.

Keesokan harinya, Senin (27/5), Rika dan suaminya memeriksa unit apartemen mereka. Ternyata, barang-barang elektronik milik mereka raib, di antaranya televisi 24 inci, tabung gas, dan setrika. Dari rekaman kamera pemantau (closed-circuit television/CCTV) apartemen, diketahui bahwa barang-barang tersebut dilarikan HW sejak Sabtu sore, atau selang 1-2 jam sejak kunci unit apartemen diserahkan.

"Pencuri memanfaatkan investor apartemen yang cenderung fleksibel dengan konsumen dalam hal transaksi pembayaran sewa. Apalagi, sekarang makin banyak investor apartemen yang berlomba-lomba untuk menyewakan unit," ujar Rika.

Modus sewa apartemen

Kasus pencurian dengan modus sewa apartemen juga dialami Isarini, pemilik unit di Apartemen Lavande, di Jakarta Selatan, pada bulan lalu. Barang yang raib dibawa kabur penyewa gadungan, antara lain televisi, tabung gas, dan dispenser. Dari rekaman CCTV, aksi pencurian dilakukan dalam waktu empat jam setelah serah-terima kunci unit apartemen.

Ketua Umum Asosiasi Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia Ibnu Tadji menyatakan, tren kejahatan di apartemen marak dalam dua-tiga tahun terakhir, seiring menjamurnya apartemen di sejumlah kota besar. Kejahatan di apartemen tidak hanya memanfaatkan kelengahan sistem keamanan dan pengawasan, tetapi juga berlindung pada pengawasan yang ketat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X