Kompas.com - 03/06/2013, 16:07 WIB
Penulis Tabita Diela
|
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuat taman di pekarangan rumah dapat menjadi solusi tepat menghilangkan stres. Bayangkan, Anda dapat melepas kepenatan setelah seminggu penuh bekerja dan menghadapi lalu lintas padat setiap harinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ada beberapa hal sebaiknya Anda perhatikan dalam pembuatan taman, terutama di kota besar seperti Jakarta. Dalam sebuah obrolan singkat, arsitek lanskap yang juga aktif "menghijaukan Jakarta", Nirwono Joga, mengatakan untuk membuat taman rumah, ada baiknya kita melihat lokasi dan arsitektur bangun rumahnya. Hal ini untuk menciptakan suasana harmonis dan selaras dengan lingkungan sekitar hunian.

"Untuk di Jakarta, kita bisa membuat taman rumah tropis. Dengan prinsip utama memberikan keteduhan, ada pohonnya yang menyerap gas polutan dan menyerap air," ujar Nirwono.

Ia mengatakan, meskipun pada umumnya rumah-rumah baru di Jakarta memiliki konsep hunian minimalis, tidak berarti taman pada rumah-rumah tersebut juga harus bergaya minimalis. Prinsip taman yang mampu memberikan keteduhan dan menyerap polutan dapat dicapai dengan menanam tanaman-tanaman berukuran cukup besar. Jenis-jenis taman seperti taman mediterania, taman bergaya Jepang, atau taman sederhana bergaya Amerika sebenarnya juga bisa tampil cantik di rumah minimalis Anda.

Namun, tidak salah juga jika Anda ingin membuat taman minimalis bergaya tropis. Taman-taman seperti ini umumnya menggunakan tanaman hijau, tumbuh tegak, dan tidak memiliki daun yang mudah berguguran. Anda bisa menanam cemara, kaktus, buah naga, palem, dan bambu kuning. Anda juga bisa memanfaatkan melati atau teh-tehan sebagai pagar hidup.

Selain keindahan, menjaga cadangan air tanah melalui taman di rumah adalah hal penting. Caranya, Anda dapat membuat taman yang mampu menyerap air lewat lubang-lubang biopori. Hindari menutup taman Anda sepenuhnya dengan beton atau aspal. Sebaliknya, Anda bisa menggunakan konblok.

Alternatif lain, gunakan batu-batu kerikil untuk menutupi taman Anda. Batu-batu kerikil mempermudah air hujan tetap masuk ke dalam tanah melalui celahnya. Namun, tekstur batu tetap kasar. Hal ini membuat permukaannya tidak licin dan aman bagi Anda meski dalam keadaan basah.

Selamat bertaman!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

[POPULER PROPERTI] 4 Sertifikat Tanah Milik Keluarga Nirina Zubir Diblokir BPN

Berita
Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Kehadiran Kawasan TOD Bisa Pangkas Emisi Karbon di Jakarta

Hunian
Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Sofyan Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya Serahkan Sertifikat Tanah pada Orang Lain

Berita
Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Jasa Marga Catat Overspeed Paling Banyak di Tol Layang MBZ dan Tol Dalam Kota

Berita
Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Bendungan Cipanas Penuhi Kebutuhan Irigasi Pertanian di Dua Kabupaten, Ini Progresnya

Konstruksi
Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Di Jepang, IKEA Sewakan Apartemen Mini Seharga Rp 12.481 Per Bulan

Apartemen
Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Ciputra International Dipasarkan Melalui Virtual Marketing Gallery Experience

Apartemen
Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Harga Properti Turun, Saatnya Berburu Hunian di Jakarta Barat

Hunian
Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Hingga September 2021, SMF Cetak Laba Rp 400 Miliar

Berita
Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berkat Digitalisasi, Krakatau Steel Raup Laba Bersih Rp 1,05 Triliun

Berita
Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Mudahkan Konsumen Beli Baja, Krakatau Steel Luncurkan KRASmart Marketplace

Berita
Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Jasa Sewa Mobil dan Okupansi Hotel di Mandalika Meningkat Tajam Saat WSBK

Berita
Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Ini Tantangan dalam Mencari Rumah, Apa Saja?

Perumahan
Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Mirip Wisma Atlet, Rusun ASN Rp 25 Miliar Mulai Dibangun di Papua

Apartemen
48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

48.000 Sertifikat Tanah di Kaltim dan Kaltara Diserahkan Secara Bertahap

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.