4,2 Juta Rumah di AS dalam Bahaya

Kompas.com - 02/06/2013, 12:31 WIB
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com — Angin tornado yang menyapu daratan Oklahoma City, Amerika Serikat, Senin (20/5/2013) petang waktu setempat atau Selasa (21/5/2013) dini hari waktu Indonesia, menyisakan cerita duka. Betapa dahsyat kerusakan yang diakibatkan badai tornado ini. Selain menewaskan 24 orang, juga menghancurkan setidaknya 1.200 rumah, dan menyebabkan kerugian senilai 2 miliar dollar AS (Rp 19,5 triliun).

Tentu saja, peristiwa tersebut tak lepas dari pantauan para peneliti badai dan juga badan-badan terkait. Seperti CoreLogic yang mengkhususkan diri pada penyediaan data, informasi, dan analisis mengenai keuangan dan properti. Pasca-badai tornado, mereka mengeluarkan laporan mengenai sejumlah wilayah yang memiliki risiko tinggi terkena badai.

Menurut CoreLogic, terdapat lebih dari 4,2 juta rumah di sepanjang Atlantik dan pantai Teluk Amerika Serikat yang berada dalam zona risiko badai. Nilai properti di kawasan tersebut mencapai lebih dari 1,1 triliun dollar AS. Terjadi peningkatan signifikan jumlah total properti yang masuk dalam potensi risiko terkait iklim berupa kenaikan permukaan laut.

Daerah Miami menunjukkan peningkatan tertinggi jumlah rumah yang berpotensi kena badai akibat kenaikan permukaan laut. Kenaikan satu kaki di permukaan laut akan mengakibatkan volume total properti berisiko hampir dua kali lipat, dari sebelumnya hanya 132.000 unit menjadi hampir 340.000 unit. Diperkirakan nilainya juga melonjak 48 miliar dollar AS (Rp 469,2 triliun) hingga 94 miliar dollar AS (Rp 918,8 triliun).

Wakil Presiden dan Direktur Pengembangan Basis Data CoreLogic, Howard Botts, mengatakan, kesadaran masyarakat pemilik rumah pesisir akan risiko gelombang badai belum pernah lebih tinggi pasca-Badai Sandy musim gugur yang lalu.

"Sandy adalah pengingat yang paling kuat. Betapa banyak komunitas yang rentan terhadap risiko itu. Di daerah yang biasanya relatif aman dari badai di sepanjang timur laut pantai Atlantik potensi terkena badai juga sangat tinggi," ujar Howard.

Tahun lalu bencana alam mengakibatkan kerusakan properti senilai 60 miliar dollar AS (Rp 586,5 triliun). The Federal Emergency Management Agency (FEMA) sampai harus merevisi peta banjir dan badai dengan memasukkan 35.000 rumah dan area bisnis tambahan di beberapa lokasi pinggiran kota New York.

Meskipun di beberapa lokasi terjadi peningkatan potensi risiko, tetapi di sejumlah daerah lain justru terjadi penurunan. Seperti terlihat di Orleans yang mengalami penurunan risiko dari "risiko ekstrem" menjadi "risiko tinggi" selama 2012 dan 2013. Penurunan status potensi risiko ini berkat penerapan sistem retribusi pelindung baru yang dibangun oleh Army Corps of Engineers.

Hal ini penting dicatat betapa besar nilai-nilai kerugian struktural yang didasarkan pada semua rumah yang berpotensi rusak akibat gelombang badai. Meski demikian, analisis ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa badai tunggal atau badai dalam musim badai tertentu akan mengakibatkan kerusakan total ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X