Kompas.com - 31/05/2013, 13:06 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Keberadaan rayap umumnya baru diketahui ketika kerusakan sudah terjadi. Untuk itu, kenali sejak dini gejalanya dan tanggulangi segera sebelum kerusakan semakin parah.

Jangan terkecoh dengan tubuh rayap yang kecil, karena masalah besar bisa diciptakannya. Saat rayap melancarkan aksinya, kerugian besar bisa terjadi. Bangunan yang tadinya kuat dan megah pun bisa dibuatnya rubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada beberapa cara pengendalian rayap bisa Anda lakukan, yaitu pengendalian saat rayap belum muncul (pengendalian prakonstruksi) dan pengendalian ketika rayap sudah menyerang (pengendalian pascakonstruksi). Pengendalian pascakonstruksi ini terdiri dari penyemprotan, pengumpanan dan pengendalian hayati.

Yudi Rismayadi, peneliti rayap dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, untuk melakukan kedua teknik pengendalian ini dibutuhkan tenaga ahli bersertifikat. Jasa tenaga ahli ini bisa didapat melalui penyedia jasa pest control yang sudah mendapat izin dari Dinas Kesehatan.

Mengapa harus ahlinya? Penggunaan termitisida yang sembarangan dapat menimbulkan risiko keracunan dan tercemarnya lingkungan. Termitisida merupakan bahan kimia atau jasad renik yang digunakan untuk memberantas dan mencegah serangan rayap.

Yudi mengungkapkan, termitisida memiliki residu bahan aktif yang mampu bertahan lama dalam partikel tanah. Sifat tersebut diperlukan untuk memberikan efek perlindungan lama terhadap rayap.

Pada masyarakat umum, termitisida ini dikenal dengan merek dagang seperti Premise, Wazary, Biflek, Leman, Cypergard, atau Baselium. Untuk mengetahui bahan aktifnya dapat dilihat pada label kemasan termitisi. Jika Anda sudah mendapati rayap menggerogoti bangunan rumah, maka teknik pengendalian pascakonstruksi yang harus Anda pilih.

Sementara itu, pada sistem pengendalian pascakonstruksi bisa dilakukan dengan tiga metode. Ketiga metode itu meliputi:

1. Penyemprotan

Metode ini hampir mirip dengan teknik prakonstruksi, baik dari segi zat maupun alat yang digunakan. Hanya, karena metode ini diaplikasikan pada bangunan yang sudah berdiri, diperlukan peralatan untuk mengebor lantai. Dalam pelaksanaannya, metode ini juga membutuhkan tenaga ahli dari pest control.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.