Kompas.com - 30/05/2013, 17:03 WIB
EditorLatief

SEMINYAK, KOMPAS.com - Seiring banyaknya tempat wisata, produk hotel dan apartemen di Bali saat ini juga semakin bertumbuhan. Peta persaingan bisnis properti pun menjadi kian ketat.

"Kami juga ingin turut mencicipi keuntungan bisnis ini di Bali, sekaligus memajukan Bali sebagai daerah tujuan utama wisata global setelah didasari riset pasar kami belakangan ini," ujar Eddy Arifin, CEO Ear's Corp dan Direktur Utama PT Bali Ayu Tulip dalam siaran pers ground breaking apartemen dan hotel Nismara di Jl Umalas 1, Seminyak, Bali, Kamis (30/5/2013).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itulah, kata Eddy, dibangun tak jauh dari kawasan pusat gaya hidup Petitenget, Seminyak, Nismara diharapkan bisa menggaet pasar kelas atas baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk proyek ini, pihaknya merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp 120 miliar.

"Selama produk-produknya inovatif, kami yakin mampu diterima dengan baik oleh pasar," kata Eddy.

Eddy mengatakan, dengan semboyan "listening more for property", lewat proyek Nismara ini ia ingin menunjukkan kompetensi dan pengalaman luas di bisnis properti, mulai dari segi desain, bangunan, pemasaran dan penjualan.

"Nismara sendiri artinya ketenangan. Hal ini tentu sejalan dengan nuansa alam di Seminyak yang berupa persawahan, namun hanya selangkah menuju pusat gaya hidup," ujarnya.

Di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, Nismara akan dibangun sebanyak dua tower, meliputi satu menara apartemen dan satu menara hotel setinggi 3 lantai dan satu basement. Rencananya, apartemen Nismara terdiri dari 78 unit, sedangkan untuk hotel terdiri dari 72 kamar.

Saat ini, ada tiga tipe apartemen ditawarkan, yakni studio (28,7 m2), satu tempat tidur (32,1 m2), dan dua tempat tidur (45 m2) dengan harga mulai Rp 560 juta hingga Rp1 miliar lebih. Untuk skema pembiayaan, kata Eddy, bisa dilakukan dengan tiga cara, yakni tunai keras, bertahap, dan kredit pemilikan apartemen (KPA.)

"Keunggulan aksesnya menjadi daya tarik proyek ini, terutama karena jaraknya hanya 10 menit dari Pantai Kuta dan 15 menit dari bandara Ngurah Rai. Lokasinya yang di sekitar areal persawahan akan sangat cocok untuk turis yang mencari ketenangan di Bali," kata Eddy.

Eddy menambahkan, pihaknya pengembang memberikan jaminan melalui opsi buy back dengan keuntungan kurang lebih 30 persen. Hanya saja, hal ini bersifat penawaran terbatas. Selain membidik end user, target market proyek ini adalah investor yang jeli melihat properti dengan Return of Investment (ROI) tinggi, yakni dia perkirakan 20 persen per tahun.

"Apartemen yang akan diserahterimakan dalam waktu 24 bulan ke depan akan dilengkapi berbagai fasilitas. Kami optimistis, tiga bulan ke depan seluruh unit apartemen habis terjual," kata Eddy.

Saat ini, selain Nismara, PT Bayu Ayu Tulip telah membangun beberapa properti strategis seperti Villa Kendal, Terrace Hotel di Legian, dan beberapa proyek lainnya di Bali. Sementara Ear's Corp juga sedang mengembangkan Bali Tulip Villa serta satu proyek di area Jimbaran, yaitu Veasna managed OAKS International Hotel Management dengan jumlah kamar sekitar 200 kamar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.