Awas... Biaya-biaya "Siluman" Saat Membeli Apartemen!

Kompas.com - 24/05/2013, 14:20 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com — Tinggal di apartemen yang aman, nyaman, dan dekat ke mana-mana adalah harapan semua kaum urban yang produktif. Beruntungnya, impian memiliki apartemen di tengah kota kini dapat dengan mudah terwujud berkat bantuan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Akan tetapi, dalam membeli unit apartemen, jangan sampai Anda terjebak biaya-biaya "siluman" tak terduga. Apa saja biayanya?

1. PPJB

Anda akan menemui biaya administrasi perjanjian perikatan jual beli (PPJB) yang dibayarkan pada saat booking fee.

2. Biaya notaris

Apabila biaya notaris yang akan ditunjuk bersama ditanggung oleh pembeli, maka Anda perlu bersiap-siap mengeluarkan waktu dan tenaga lebih. Pasalnya, Anda harus mencari notaris PPAT yang murah dan benar, bila tidak menggunakan KPR bank.

Namun, jika melalui KPR bank, maka Anda akan mendapatkan notaris rekanan yang sudah punya standar biaya. Nah, biaya tersebut meliputi biaya cek sertifikat sebesar Rp 100.000, biaya validasi pajak senilai Rp 200.000, biaya akta jual beli (AJB) seharga Rp 2.400.000, dan biaya balik nama (BBN) sebesar Rp 750.000.

3. Biaya bank

Anda yang mengajukan cicilan melalui bank akan dikenakan biaya administrasi, seperti: 

- Biaya appraisal sebesar Rp 300.000 sebagai biaya administrasi untuk pengajuan kredit.

- Biaya administrasi pelunasan sebelum jatuh tempo kredit atau PSJT sebesar 0,5 persen dari sisa pokok kredit. Biaya ini akan dibebankan ke pembeli saat akan melunasi cicilan KPR kurang dari 1 tahun.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X