Kompas.com - 22/05/2013, 15:58 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor properti Indonesia yang tengah berada di puncak keperkasaannya dipandang sebagai peluang besar bagi arsitek Indonesia untuk menunjukkan keahliannya. Arsitek nasional semestinya dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal.

Peluang tersebut mutlak harus dimanfaatkan. Karena potensi nilai atau tarif konsultasi arsitektur lebih dari Rp 5 triliun dari total nilai proyek properti yang dikembangkan hingga kurun 2015 mendatang, yaitu saat pasar bebas ASEAN diberlakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasar bebas ini seolah karpet merah bagi lancarnya "invasi" arsitek asing mengambil "periuk nasi". Di sisi lain, hal itu sekaligus lampu kuning yang membahayakan eksistensi arsitek Indonesia.

Saat ini saja, sudah banyak firma arsitektur asal Singapura yang beroperasi di Indonesia. Belum lagi gerilya yang dilakukan beberapa firma dari Spanyol, Amerika Serikat, dan Australia. Untuk itu, diperlukan proteksi menyeluruh dan strategis guna mempertahankan daya saing dan daya tawar (bargaining position) arsitek Nasional berupa Undang-Undang Arsitek.

Namun, hingga kini arsitek nasional bekerja dan berkarya tanpa dinaungi kekuatan payung hukum sebagai pendukung eksistensi mereka. Pasalnya, DPR RI tak kunjung mengesahkan RUU Arsitek yang sudah bolak-balik dikonsultasikan. Posisi terakhir nasib RUU tersebut, malah bukan prioritas untuk dibahas oleh DPR.

Ketua Umum IAI Munichy B Edrees mengatakan, saat ini para arsitek nasional masih bekerja di bawah naungan UU Jasa Konstruksi. Hal itu membuat posisi arsitek merupakan sub-ordinat dari kontraktor.

"Padahal, arsitek itu independen. Mereka tidak bisa diintervensi, baik oleh klien, kontraktor, maupun pemilik gedung (properti)," ujar Munichy kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (22/5/2013).

Menurut dia, pentingnya UU Arsitek diprioritaskan dan disahkan segera adalah karena ia tidak hanya untuk kepentingan arsitek, melainkan juga demi kepentingan masyarakat Indonesia. Keberadaan UU ini nantinya juga akan mengatur invasi arsitek asing di Indonesia.

"Kita memang tidak bisa mencegah mereka masuk karena globalisasi. Hanya saja, posisi kita harus setara. Firma asing tidak bisa seenaknya masuk pasar Indonesia. Mereka harus berkolaborasi dengan arsitek nasional pada posisi setara. Selama ini kita hanya dijadikan partner lokal (bemper), hanya dikasih jatah mengerjakan pekerjaan detil, bukan konsep," ujar Aditya W Fitrianto, arsitek Prada Tata Indonesia (PTI).

Selain itu, UU Arsitek tersebut juga mencantumkan bagaimana sebuah desain harus memperhatikan keselamatan dan keamanan bangunan gedung dan lingkungan sekitar. Arsitek harus memiliki sikap tegas untuk dapat menolak merancang gedung di atas situs yang berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari. Selama ini, akibat ketiadaan UU, marak terjadi "mal desain" yang dilakukan arsitek seperti runtuhnya bangunan, banjir, dan defisit air tanah. 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibanderol Rp 600 Juta, Apartemen Ini Bisa Ditempuh 3 Menit dari Tol Gading-Serpong

Dibanderol Rp 600 Juta, Apartemen Ini Bisa Ditempuh 3 Menit dari Tol Gading-Serpong

Apartemen
Selama Uji Coba, Ini Kendaraan yang Boleh Lintasi Jembatan Sei Alalak

Selama Uji Coba, Ini Kendaraan yang Boleh Lintasi Jembatan Sei Alalak

Berita
Atas Perintah Jokowi, Jembatan Sei Alalak 'Open Traffic' Minggu Ini

Atas Perintah Jokowi, Jembatan Sei Alalak "Open Traffic" Minggu Ini

Berita
50 Rumah Subsidi di Bali Dapat Bantuan Jalan Lingkungan Rp 182 Juta

50 Rumah Subsidi di Bali Dapat Bantuan Jalan Lingkungan Rp 182 Juta

Berita
Baru 80 Persen, Pembebasan Lahan Tol Cijago Terganjal Sejumlah Kendala

Baru 80 Persen, Pembebasan Lahan Tol Cijago Terganjal Sejumlah Kendala

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Toilet Ala Hotel Bintang Lima Hadir di Pasar Modern BSD City, Tarif Dipatok Rp 2.000

[POPULER PROPERTI] Toilet Ala Hotel Bintang Lima Hadir di Pasar Modern BSD City, Tarif Dipatok Rp 2.000

Berita
Gunakan Fasad Lama, Bangunan Ini Direkonstruksi Lebih Kontemporer

Gunakan Fasad Lama, Bangunan Ini Direkonstruksi Lebih Kontemporer

Konstruksi
Terpanjang di Indonesia, 585 Batang Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung Siap Dipasang

Terpanjang di Indonesia, 585 Batang Rel Kereta Cepat Jakarta Bandung Siap Dipasang

Berita
Bambu Bakal Digunakan dalam Konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak

Bambu Bakal Digunakan dalam Konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak

Konstruksi
Seluruh Batang Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Sampai di Indonesia

Seluruh Batang Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Sampai di Indonesia

Berita
Jalur Layang Bogor Line di Stasiun Manggarai Telah Beroperasi, Simak Lengkapnya

Jalur Layang Bogor Line di Stasiun Manggarai Telah Beroperasi, Simak Lengkapnya

Berita
Anda sedang Cari Rumah? Ini Pilihan di Sepanjang Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Anda sedang Cari Rumah? Ini Pilihan di Sepanjang Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Berita
Dermaga di China Ini Terinspirasi Karya Seni Abstrak

Dermaga di China Ini Terinspirasi Karya Seni Abstrak

Arsitektur
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Teknologi GSM-R Standar UIC

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Teknologi GSM-R Standar UIC

Berita
Tiny House, Cara Cerdas Siasati Lahan Mahal dan Keterbatasan Ruang

Tiny House, Cara Cerdas Siasati Lahan Mahal dan Keterbatasan Ruang

Griya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.