Kompas.com - 19/05/2013, 18:27 WIB
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Di mana permintaan meningkat, harga jual pasti melesat. Hukum pasar ini akan terus berlaku selama pasok terbatas. Begitu pula halnya dengan kelangkaan lahan siap jual di Cibubur. Dampak logisnya, adalah harga rumah yang kian melambung. Apalagi rumah-rumah di dalam pengembangan berkonsep real estat yang dibangun para pengembang. Begitu pula hunian di dalam kompleks perumahan Cibubur lama.

Di pasar sekunder, tidak akan kita dapatkan hunian di bawah harga Rp 1 miliar di sekitar Taman Bunga Wiladatika dan Bumi Perkemahan. Tak banyak listing rumah yang dijual di daerah ini. Kalau pun ada, harga pasaran berkisar antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 5 miliar per unit untuk hunian berdimensi 90/120 meter persegi. Sementara di pasar primer, harga pasaran sudah menyentuh level Rp 1,2 miliar hingga Rp 3,5 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Yohannes Debrito Candra, pemilik agen YD Property, semakin dekat dengan akses tol, harga rumahnya akan semakin tinggi. Raffless Hills adalah salah satu perumahan real estat yang menawarkan rumah seharga lebih dari Rp 1 miliar. Perumahan ini dikembangkan oleh PT Gunung Subur Sentosa (Grup Wings). Mereka memang menyasar segmen kelas menengah atas dengan ukuran rumah jauh lebih besar ketimbang yang ditawarkan kompetitornya yakni Puri Sriwedari atau pun Mahogany Residence.

Adanya rencana masuknya Agung Podomoro ke kawasan ini jelas bakal kian melambungkan harga lahan dan propertinya. Baru rencana saja sudah setinggi ini, apalagi kalau sudah terealisasi.

"Aktifitas pengembangan properti yang masif memang dapat mendongkrak nilai jual lahan dan properti secara langsung. Kehadiran mereka menciptakan keramaian dan kawasan menjadi kian terbuka. Permintaan pun semakin deras mengalir, sementara pemilik lahan enggan melepas asetnya," ujar Candra kepada KOMPAS.com di Jakarta, Minggu (19/5/2013).

Sejatinya, secara administratif, Raffless Hills dan Puri Sriwedari tidak termasuk ke dalam wilayah Cibubur. Keduanya masuk wilayah Cimanggis, Depok. Namun, karena berdekatan dengan batas wilayah Cibubur dan demi kepentingan promosi komersial, keduanya popular sebagai "properti di kawasan Cibubur".

Sama halnya dengan CitraGran. Perumahan yang dikembangkan Ciputra Group ini mengklaim diri berada di Timur Cibubur. Berbeda dengan Raffless Hills, CitraGran masih menawarkan hunian seharga Rp 700 juta hingga Rp 2 miliar per unit.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.