Pilih Rumah Tumbuh ke Atas atau Samping?

Kompas.com - 16/05/2013, 14:34 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Membangun rumah dengan konsep rumah tumbuh bisa dilakukan secara vertikal atau horizontal. Pengembangan vertikal biasanya dilakukan karena keterbatasan lahan sehingga tidak ada pilihan selain mengembangkan rumah ke arah atas.

Umumnya, rumah tumbuh vertikal membutuhkan dana awal lebih besar karena struktur bangunan harus sudah dipersiapkan untuk rumah bertingkat. Sedangkan rumah tumbuh melebar ke samping dapat dikembangkan dengan menambah ruang ke secara horizontal, baik itu depan, samping, dan belakang.

Rumah tumbuh horizontal biasanya dilakukan jika masih memiliki tanah cukup luas sehingga masih banyak ruang kosong untuk mengembangkan rumah sesuai kebutuhan. Pengembangan jenis ini cenderung lebih murah dan mudah karena desain struktur awal tidak perlu dipersiapkan untuk rumah bertingkat.

Dilihat dari segi arsitektur, rumah tumbuh vertikal dan horizontal memerlukan penanganan berbeda. Dari segi konstruksi, misalnya. Hal ini penting, apalagi jika rumah dikonsep untuk tumbuh ke atas.

Untuk rumah tumbuh vertikal, struktur bangunan harus sudah dipersiapkan untuk rumah bertingkat. Selain fondasi, strukturnya juga harus mempertimbangkan kolom dan balok-balok penunjang untuk dua lantai sejak pertama kali membangun.

Sementara itu, untuk rumah tumbuh ke samping, ada baiknya memperhatikan denah ruang. Pada rumah inti, kebutuhan akan ruang utama harus diprioritaskan, seperti ruang tamu, ruang keluarga, kamar secukupnya, kamar mandi, dan dapur.

Penataan ruangnya juga perlu diperhatikan. Misalnya, merencanakan letak tangga, toilet, taman, tandon air, dan sebagainya.

Ir. Arief Sabaruddin peneliti di Pusat Penelitian dan Pemukiman, Balitbang PU Bandung, mengingatkan, saat membangun rumah tumbuh agar mempertimbangkan sistem sambungan struktur dan konstruksi antara bangunan lama dan bangunan baru. Ada dua alternatif, apakah akan disambung atau dipisah, karena masing-masing memiliki kaidah yang berbeda.

Tidak hanya itu. Arief juga mengingatkan agar layout ruang pada rumah tumbuh harus memperhatikan keterjaminan sirkulasi udara dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam setiap ruang. Selain itu juga harus dipastikan bahwa bangunan tidak melanggar GSB (Garis Sempadan Bangunan) serta KDB (koefisien dasar bangunan) yang diizinkan. Bangunan juga harus menyediakan jalur evakuasi bila terjadi bencana (gempa, kebakaran), termasuk jalur bantuan seperti petugas pemadam kebakaran.

(Hotmian Siahaan)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X