Penjualan Hunian Singapura Anjlok!

Kompas.com - 15/05/2013, 16:21 WIB
EditorHilda B Alexander

SINGAPURA, KOMPAS.com - Saat Jakarta memperlihatkan peningkatan penjualan dan tingkat serapan hunian, Singapura justru terpuruk. Tingkat penjualan hunian selama April 2013 anjlok drastis, sekitar 51 persen dari catatan bulan sebelumnya.

Menurut data Urban Redevelopment Authority (URA), jumlah hunian yang terjual pada April, turun menjadi 1.375 unit. Sementara bulan sebelumnya masih mencatat penjualan sebanyak 2.793 unit. Dengan demikian, properti residensial yang dibangun pengembang swasta di Negara Pulau ini menunjukkan kenaikan indeks hanya 0,6 persen selama tiga bulan pertama tahun 2013. Ini merupakan pertumbuhan paling lambat yang pernah mereka capai.

Apa yang menyebabkan kinerja hunian tersebut anjlok? Tak lain adalah aturan pemerintah yang memberlakukan biaya meterai berganda sebesar 5 hingga 7 persen. Plus pengenaan pajak yang lebih tinggi pada penduduk permanen yang akan membeli hunian pertama dan pada WN Singapura yang membeli rumah kedua. Kondisi ini ditengarai sebagai pendorong utama yang membuat pengembang Singapura tidak dapat mempertahankan penjualan di bulan Maret. 

Menteri Keuangan Singapura Tharman Shanmugaratnam mengatakan dalam pidato anggarannya pada Februari lalu bahwa Singapura juga berencana menaikkan pajak untuk pemilik rumah mewah dan rumah mewah yang disewakan. Pajak lebih tinggi akan dikenakan pada 12.000 properti atau 1 persen dari pemilik rumah yang tinggal di rumah mereka sendiri.

Sama halnya dengan Indonesia, sebagai antisipasi mengendalikan laju pertumbuhan harga, pemerintah setempat melakukan pengetatan atau batasan loan to value (LTV) untuk pembeli yang mencari pinjaman kedua, mengacu pada nilai properti yang dapat mereka beli. Uang muka juga akan dinaikkan sekitar 25 persen dari 10 persen pada pinjaman kedua.

Singapura telah mencoba mengendalikan harga sejak 2009 ketika diberlakukan larangan pinjaman untuk beberapa proyek hunian dan memberhentikan ijin pengembang yang menerima pembayaran uang muka saat apartemen masih dalam masa pembangunan.

Alan Cheong, Direktur Savills Singapura mengatakan, "Untuk penjualan bulan Mei pun kemungkinan tak jauh beda dengan bulan April. Singapura akan menawarkan lima proyek residensial atau sejumlah 2.725 unit".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X