Kompas.com - 27/04/2013, 09:59 WIB
EditorHilda B Alexander

SURABAYA, KOMPAS.com — Memiliki rumah "berkonsep hijau" yang sarat ruang terbuka dengan tanaman, sirkulasi udara yang baik, dan sanitasi memadai saja tidak cukup. Menurut penulis buku laris Supernova, Dewi Lestari, dan suaminya, Reza Gunawan, rumah ideal adalah rumah yang mampu menyehatkan pemiliknya, hemat dalam penggunaan energi, serta seminimal mungkin menggunakan bahan beracun.

"Ada istilah sick building syndrome," ujar Reza membuka pembicaraan di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jumat (26/4/2013). Ia menjelaskan mengenai kemungkinan seseorang merasa tidak nyaman berada di satu ruangan. Bahkan, ia dapat merasa sakit karena adanya unsur-unsur yang tidak pas atau bahkan beracun dalam ruangan tersebut.

Polusi dari peralatan rumah tangga dan zat kimia yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari merupakan salah satu kontributor utama dalam sick building syndrome tersebut. Untuk menghindari hal ini, Reza dan Dewi mengaku sangat berhati-hati membangun rumah impian mereka. Rumah di daerah Serpong, Tangerang, tersebut mereka bangun dengan bahan-bahan dan perlengkapan ramah lingkungan, sehat, dan tidak memiliki unsur berbahaya.

Ketika berbagi cerita mengenai proses pembangunan rumah impian mereka, Dewi mengatakan ingin mencari cara untuk turut menyelamatkan alam. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang memudahkan hidup dan juga mampu menghemat konsumsi energi.

Penggunaan lampu berteknologi LED merupakan cara lain yang ditempuh pasangan ini untuk menyelamatkan lingkungan. Lampu LED lebih sedikit mengonsumsi energi. Selain itu, lampu tersebut juga tidak mengandung bahan beracun. Dewi menjelaskan, jika masyarakat masih enggan menggunakan lampu-lampu hemat energi dan tetap menggunakan lampu pijar, suatu hari, jika lampu tersebut pecah, umumnya orang yang tidak tahu akan segera memungut pecahan lampu dengan tangan. Padahal, paparan merkuri yang ada dalam lampu sangat berbahaya.

Selain menjelaskan latar belakang pemilihan lampu LED, Reza juga menceritakan proses desain rumah impian mereka yang termasuk pelik. Pasangan ini bahkan sampai meminta bantuan empat arsitek dengan desain berbeda-beda. Akhirnya, pilihan jatuh pada desain yang diusung Ridwan Kamil. Desain rumah dari Ridwan Kamil ini, menurut Reza, istimewa. Pasalnya, Ridwan jarang sekali mendesain hunian pribadi. Selain itu, ia mampu mendesain rumah dengan pembagian ruang yang khusus, memiliki sirkuasi udara baik, serta memaksimalkan penggunaan cahaya matahari di siang hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.