Kompas.com - 18/03/2013, 14:32 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Setelah sukses memerankan petualang yang terjebak di jurang berbatu dalam 127 Hours, ilmuwan berbakat dalam Rise of the Planet of the Apes, serta peran-peran dalam puluhan judul film lainnya, kini James Franco menjadi "tetangga dari neraka". Namun, "gelar" tersebut ia dapatkan bukan dari pengamat film, namun dari tetangganya.

James Franco, pemeran Oz dalam Oz the Great and Powerful, disebut-sebut tengah menjalankan usaha produksi film di rumahnya. Rumah seharga 750.000 dolar AS atau sekitar Rp 7,2 miliar tersebut tentunya memiliki tetangga yang juga tidak sembarangan.

Namun, meski mengetahui profesi Franco sebagai aktor Hollywood dengan kegemaran memproduksi film, sayangnya usaha Franco tersebut tidak mendapat sambutan hangat dari para tetangganya. Seorang tetangganya di daerah eksklusif Silver Lake, Los Angeles, mengeluhkan belasan orang yang sering tampak keluar-masuk rumah besarnya.

Menurut kabar yang beredar, rumah James Franco tersebut tengah digunakan sebagai salah satu lokasi syuting. Warga yang tinggal di sekeliling rumahnya juga tidak yakin, bahwa Franco benar-benar tinggal di rumah tersebut.

"Pada awalnya, saya dan pasangan saya sangat senang James Franco tinggal di sebelah rumah," ujar seorang warga sekitar.

"Hasil jerih payahnya di Milk dan peraihan akademiknya membuat kami senang dengan kepindahannya ke lingkungan kami. Kini, tidak lagi. Meski memang, sebenarnya Franco membeli rumah di sebelah rumah kami, namun ia tidak pernah tampak tinggal di sana. Beberapa orang lain yang sepertinya bekerja untuk dia justeru berada di sana," tambahnya tentang orang-orang sedang menjalankan usaha produksi film berskala besar dan menggunakan rumah tersebut sebagai lokasi syuting.

Pada sebuah surat elektronik kepada situs Curbed Los Angeles, pasangan tetangga Franco tersebut mengeluhkan kerumunan orang yang keluar-masuk di properti milik Franco. Selain itu, mereka juga mengeluhkan adanya pertemuan bisnis di luar rumah.

"Mereka memperlakukan kami seolah-olah kami merupakan psikopat yang senang menguping pembicaraan mereka ketika kami berjalan keluar pagar rumah kami. Bahkan, ketika saya menulis (surat elektronik) ini, mereka tengah menata rambut dan make-up di jalan masuk rumah tersebut," ujarnya. 

Warga yang tidak mencantumkan namanya dalam email tersebut menyayangkan penggunaan rumah milik James Franco. Meski mengaku menyukai karya-karya Franco, mereka merasa kegiatan di wilayah tempat tinggal tersebut tidak menyenangkan.

Tampaknya, minggu lalu bukanlah minggu yang baik bagi Franco. Selain mendapat keluhan dari tetangganya, ia juga mendapat penolakan dari perusahaan yang sebelumnya akan mengontrak Franco dalam sebuah iklan champagne. Penolakan tersebut dilakukan menyusul keterlibatan Franco dalam film dokumenter yang membahas isu mengenai studio porno yang menampilkan adegan seks pasangan gay.

"Memang, ini sebuah risiko. Film-film yang telah saya buat mendapat banyak pujian, namun saya juga mendapat tekanan dari area lainnya," ujar Franco.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.