ERK, Dari soal Kenakalan Remaja hingga Politik

Kompas.com - 26/02/2013, 09:17 WIB
EditorEko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kehadiran awak band Efek Rumah Kaca (ERK) dalam diskusi ”63 Juta Anak Muda, Guru Kita” yang diadakan Yayasan Kampung Halaman Yogyakarta, pekan lalu, di Jakarta, membuat suasana lebih meriah. Mereka tak hanya menyanyi, tetapi juga berdialog dengan kaum muda.

Band indie itu beranggotakan Cholil Mahmud (vokalis dan gitar), Adrian Yunan Faisal (bas), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum). Namun, karena Adrian sakit, ia digantikan Popie Airil, pemain pengganti.

ERK mengawali diskusi dengan menyanyi. Cholil kemudian menjelaskan makna di balik lagu berjudul ”Kenakalan Remaja di Era Informatika” dan ”Cinta Melulu” itu.

”Lagu pertama bertema kenakalan remaja. Kami menyoroti remaja yang senang mengunduh video porno,” tuturnya.

Lagu ”Cinta Melulu”, menurut lelaki yang juga akuntan itu, idenya dari lagu-lagu pop Indonesia yang lebih banyak bertema cinta kepada ibu atau lawan jenis.

”Kami membuat lirik lagu bertema sosial, lingkungan, dan politik agar kita peduli kepada masalah di sekitar kita,” lanjutnya.

Pertengahan Maret nanti, khusus untuk sesi rekaman di Lokananta, Solo, Jawa Tengah, ERK memakai nama Pandai Besi. Sembilan lagu ERK akan dimainkan Pandai Besi dan direkam secara live di studio bersejarah itu. Hasilnya akan dirilis dalam bentuk piringan hitam, kaset, dan CD. (LUK/TRI)

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X