Masalah Perumahan Termasuk Paling Banyak "Dikomplain".....

Kompas.com - 23/01/2013, 22:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan jasa, selain perbankan, sektor perumahan masih mendominasi jumlah pengaduan yang masuk dari warga kepada lembaga tersebut sepanjang 2012 lalu. YLKI menerima sebanyak 620 jumlah pengaduan terdiri dari 145 pengaduan melalui surat langsung, 196 pengaduan melalui surat tembusan, 204 pengaduan melalui email atau surat elektronik, dan 75 pengaduan melalui datang langsung ke kantor YLKI.

"Jumlah pengaduan terbanyak adalah dari jasa bank dan perumahan," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Sudaryatmo mengatakan, dari 620 pengaduan tersebut, YLKI telah melakukan tindak lanjut terhadap 385 pengaduan serta melakukan mediasi dengan berbagai pihak terkait sebanyak tujuh kali. Menurut dia, tren pengaduan konsumen untuk jasa keuangan perbankan cenderung terus meningkat, sementara untuk jasa perumahan dinilai terdapat penurunan tetapi tidak signifikan.

Sementara itu, Peneliti YLKI Yani Arianti Putri mengatakan, jumlah pengaduan yang terkait baik sektor perbankan maupun perumahan adalah mengenai penyesuaian untuk suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

"Banyak yang mengadukan mengapa BI rate (tingkat suku bunga Bank Indonesia) sudah turun, tetapi mengapa bunga KPR tidak turun," kata Yani.

Ia juga mengatakan, untuk sektor perumahan, pengaduan yang masuk antara lain keterlambatan serah terima rumah, sertifikasi, dan pengembalian uang konsumen saat pembatalan pembelian yang tidak sesuai dengan janji pengembang. Masing-masing permasalahan itu terdiri dari 12 pengaduan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X