APERSI Sepakat, Kemenpera Kementerian Paling Malas

Kompas.com - 26/12/2012, 16:32 WIB
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo menyatakan sependapat dengan temuan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) terkait Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sebagai salah satu kementerian paling malas dalam penyerapan anggaran tahun 2012. Ia juga sepakat, Kemenpera punya "pekerjaan rumah" besar yang semakin berat dalam program rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kalau dikatakan bahwa data Fitra menyebut Kemenpera terendah dalam penyerapan anggaran saya sangat sependapat, dan itu memang sudah saya prediksi sebelumnya," kata Eddy kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Eddy mengaku sangat menyesalkan kinerja Kemenpera yang kurang bagus. Ia bahkan menuding Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz kurang memahami tugas pokoknya dan kurang bersahabat dengan para stakeholder dan swasta. Sebagai pihak yang ikut melaksanakan program rumah bersubsidi, kata Eddy, APERSI dan pengembang-pengembang lagi seperti tidak dirangkul oleh Menpera.

"Hal lain yang paling parah penyebab serapan rendah adalah akibat moratorium FLPP di awal Januari 2012. Tugas utama Kemenpera adalah menyediakan rumah bagi MBR, tapi justru dilakukan moratorium rumah bagi MBR, ini kan aneh," kata Eddy. 

Dia mengatakan, Menpera dan para deputi di Kemenpera harus memahami tugas pokok masing-masing, terutama demi menuntaskan program rumah bersubsidi sebagai "pekerjaan rumah" paling besar kementerian tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, "pekerjaan rumah" Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tampaknya akan semakin berat. Citra kementerian ini pun menjadi "buruk" setelah disebut sebagai salah satu kementerian termalas dalam penyerapan anggaran tahun 2012 versi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).

Berdasarkan catatan Fitra pada Minggu (23/12/2012) lalu, Kemenpera berada di urutan pertama dari enam kementerian yang dikatakan malas itu, yaitu Kemenpera, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).

"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X