Kompas.com - 16/10/2012, 15:57 WIB
EditorLatief

KOMPAS.com - Stephen Alesch dan Robin Standefer merupakan otak sekaligus nyawa dari firma desain, Roman and Williams. Tidak main-main, pasangan suami-istri ini telah mendesain untuk selebriti seperti Gwyneth Paltrow, Ben Stiller, dan Kate Hudson.

Alesch dan Standefer juga telah menciptakan interior Boom Boom Room, Ace Hotel, Breslin, dan Royalton and the Dutch. Belum cukup dengan semua itu, mereka juga telah membagun kafetaria Facebook di Silicon Valley.

Perpaduan manis antara kegemaran Alesch menciptakan sesuatu yang baru, didukung obsesi Standefer pada sisi humanis dari sebuah benda, membuat pasangan ini mampu menciptakan karya-karya ikonik, namun nyaman bagi penggunanya.

Alesch dan Standefer membesarkan nama mereka lewat Roman and Williams Buildings & Interiors. Uniknya, Standefer sendiri sebetulnya membenci desain.

Berdasarkan wawancaranya dengan New York Daily News, dengan jelas Standefer mengatakan membenci desain. Bagi Standefer, desain terlalu "sombong", jelek, dan akademis.

"Saya benci desain. Kami anti desain. Kami suka sesuatu yang setengah jadi. Tidak perlu terlalu realis. Hidup itu jangan selalu sempurna. Ruangan sebaiknya merefleksikan hal tersebut," kata Standefer.

"Saya senang membayangkan seseorang yang buta sekalipun dapat bersenang-senang di ruang hasil karya kami," timpal Alesch.

"Robin dan saya berasal dari masa-masa penuh kebebasan. Di masa tersebut hanya ada sedikit disconnection. Hubungan saat itu begitu berarti. Saya pikir, hasil pekerjaan kami ingin membangun hubungan semacam itu. Kami tidak takut untuk menyingkirkan hal-hal buruk kali ini. Kami tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain terhadap karya kami. Sesekali Anda membutuhkan sedikit licorice bergaram di dalam Anda. Tidak semuanya harus tampak cantik. Bahkan, barang-barang jelek sekalipun memiliki arti," ucap Alesch.

Namun, meski memiliki selera dan hasil desain sedikit liar, toh pasangan ini tetap mencari kecantikan dan keindahan. Pasangan ini bekerja di dalam "sarang" yang sangat menyenangkan. Pernah Anda membayangkan perpaduan seni murni, penemuan sains, dan sedikit twist dari karya da Vinci?

Bertempat tinggal di E. Fourth St. loft, pasangan ini memiliki sofa Sergio Rodriguez yang ditutupi dengan kulit kerbau di ruang tamunya. Sofa ini menghadap ke dua kursi French club tahun 1920. Di belakang sofa itu terdapat lemari dari kayu mahogani raksasa dari toko obat kuno di Pennsylvania.

Alesch memang sangat menghormati keunikan barang-barang itu. Ia sama seperti istrinya.

"Memiliki hubungan dengan segala seuatu di sekeliling Anda adalah hal penting," kata Alesch.

Untuk itu, ia mengaku ingin menggerakkan hati setiap orang yang dijumpainya. Menurutnya, momen adalah kuncinya. Tidak perlu dramatis, yang penting momen tersebut dapat terus diingat.

"Ruh dari sebuah ruangan dimulai dari apa yang diinginkan oleh pemiliknya," kata Standefer.

"Kami ingin sebuah ruang yang mampu membuat seseorang menyeberang ke realitas yang berbeda. Pada realitas tersebut, seseorang dapat terhibur dengan sebuah pengalaman unik. Seseorang yang kami maksud tadi adalah klien kami. Saya ingin Andre masuk ke Boom Boom Room, atau Gwyneth berjalan masuk ke rumahnya dan mengatakan 'Inilah diri saya.' Jika Anda melakukannya denga tulus, Anda mampu berhubungan dengan orang tersebut. Itulah alasan Anda melakukannya," tambahnya.

Selain mulai tertarik dengan hasil karya mereka, orang mungkin bertanya-tanya, dari mana asal nama firma yang dimiliki pasangan ini. Ternyata, firma milik pasangan ini sebenarnya menggunakan nama kakek-kakek mereka. Kakek-kakek itu merupakan pria kelas pekerja, yang hidup di zaman industrialisasi Amerika.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.