Haruskah Batu Bata Dicat? Cek Dulu di sini!

Kompas.com - 10/09/2012, 14:23 WIB

KOMPAS.com - Menggunakan batu bata sebagai aksen memang dapat mempercantik rumah. Namun, terkadang penampilan batu bata justru dapat merusak penampilan rumah.

Untuk memperbaikinya, tak jarang orang tergoda untuk mengecat batu bata di rumahnya. Padahal, ada baiknya keinginan itu ditunda dulu. Diana Zumeta dari Brick Restoration, Scott Crocker dari Crocker Breslin Architects, dan Rick Watson dari Sherwin-Williams memberikan komentarnya mengenai pengecatan kembali batu bata.

Haruskah batu bata dicat?

Pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan mengecat batu bata, baik pada interior maupun eksterior.

"Mayoritas bata tidak pernah dimaksudkan untuk dicat," kata Crocker.

"Batu bata berumur panjang, tanpa perawatan, tanpa cat, namun membutuhkan perencanaan yang hati-hati," ujarnya.

Menurut Brick Industry Association, jika Anda mengecat bata eksterior, Anda sebaiknya mengecat kembali setiap tiga sampai lima tahun. Kualitas bata juga akan menentukan pilihan Anda.

Bata yang mudah rusak, mudah rapuh, berada dalam konsisi buruk adalah kandidat yang buruk untuk pengecatan. Cat menghambat pori-pori natural di permukaan bata. Ini akan membesarkan masalah yang memang sudah ada sebelumnya.

Selain mengecat, mengelupas cat dari bata bukan merupakan proses mudah. Anda harus menggunakan bahan kimia, dan seringkali cat tetap tidak terkelupas.

Tak bisa mundur

Setelah Anda memutuskan untuk mengecat batu bata Anda, tidak ada jalan untuk mundur kembali.

"Tanyakan pada diri Anda sendiri, jika Anda ingin menutupi sesuatu yang seharusnya diperlakukan berbeda," kata Crocker.

Halaman:


EditorLatief

Close Ads X