Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/06/2012, 20:19 WIB
|
EditorLaksono Hari W

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Keluarga korban perang di Sulawesi Barat berencana mengajukan gugatan kepada pemerintah Belanda atas kejahatan perang di wilayah itu.

Para keluarga korban bersama Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) kini tengah mempersiapkan materi gugatan bersama Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB). "Kita akan membawa kasus kejahatan perang yang dilakukan Belanda ke Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag. Untuk langkah awal, kita tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk memperkuat bukti gugatan termasuk memastikan jumlah korban," kata Ketua KUKB, Batara R Hutagalung, di Taman Makam Pahlawan Galung Lombok, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (19/6/2012).

Para korban dan keluarga korban "Peristiwa 40.000 Jiwa" itu menggelar unjuk rasa di TMP Galung Lombok. Mereka menuntut pemerintah Belanda meminta maaf dan memberikan kompensasi atas peristiwa pembantaian rakyat sipil yang terjadi antara 1946 dan 1947 di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Khusus di wilayah Sulbar, peristiwa itu terjadi pada 1 Februari 1947.

"Tuntutan utama kami rakyat Sulbar, sesuai amanat dari para keluarga korban, agar Belanda meminta maaf secara resmi. Itu tidak bisa dibiarkan. Kejahatan kemanusiaan itu harus diusut dan rakyat di Sulawesi Barat mendapatkan keadilan," kata salah seorang pengunjuk rasa, Salman Dianda Anwar, dalam orasinya.

Selain menggelar orasi, para pengunjuk rasa juga membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan agar Belanda bertanggung jawab dalam serangkaian kasus kejahatan kemanusiaan yang dilakukan saat melakukan pendudukan di Sulbar. Salah satu spanduk bertuliskan, "Justice For Victims Of Galung Lombok Massacre".

Salman yang juga Sekretaris Jenderal KKMSB menambahkan, untuk tahap awal keluarga korban bersama KKMSB dan KUKB yang ikut berhasil dalam gugatan pada kasus Rawagede, Bekasi, akan mengumpulkan data dan bukti akurat. Data dan bukti itu meliputi kesaksian korban selamat serta kepastian jumlah korban.

Berkaitan dengan upaya pengumpulan bukti tersebut, KKMSB dan KUKB akan menggelar diskusi publik di kompleks Tugu Peringatan Korban 40.000 Jiwa di Galung Lombok. Dalam diskusi itu, para korban dan keluarga korban juga akan dihadirkan guna memberikan kesaksian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+