"Repotting" Tak Merepotkan, Kok! - Kompas.com

"Repotting" Tak Merepotkan, Kok!

Kompas.com - 19/01/2012, 14:04 WIB

KOMPAS.com - Apakah Anda memelihara tanaman di halaman depan atau belakang rumah? Jika tanaman Anda tumbuh di dalam pot, sebaiknya perhatikan pertumbuhannya.

Banyak pertanyaan yang mungkin akan muncul jika dikaitkan dengan perhatian Anda terhadap pertumbuhan tanaman-tanaman Anda itu. Apakah akarnya mulai muncul dari lubang drainase dasar pot? Apakah pertumbuhannya mulai berhenti atau melambat? Ya, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Jika iya, berarti Anda perlu mengganti pot (repotting). Ada kesan bahwa repotting adalah hal yang merepotkan, padahal memiliki peran yang penting dalam menentukan pertumbuhan tanaman. Jika Anda salah melakukan prosedur dalam repotting, tanaman tidak akan kembali tumbuh, bahkan mati. Oleh karena itu, perhatikan langkah berikut ini agar dapat melakukannya dengan tepat dan praktis:

Pilihan pot

Dalam memilih pot, sesuaikan ukuran tanaman dengan pot baru. Pastikan bahwa pot yang baru mampu memberi ruang yang cukup untuk pertumbuhan akar. Jika tanaman Anda berukuran besar, sebaiknya menggunakan pot gerabah atau keramik yang tebal sehingga tidak mudah pecah.

Drainase dan media tanam

Pertimbangkan juga adanya lubang drainase di bagian dasar pot. Selanjutnya adalah memilih media tanam yang mampu menyimpan air. Komposisi campuran media disesuaikan dengan karakter tanaman. Hal ini dikarenakan ada sejumlah tanaman yang membutuhkan media yang agak lembab atau dengan campuran lainnya.

Gunakan media dengan porus yang cukup jika Anda sering menyiram tanaman. Sementara itu, media yang mampu menahan air dapat digunakan bagi Anda yang malas menyiram tanaman.

Langkah repotting

Untuk melakukan repotting Anda dapat memulainya dengan mencabut tanaman dengan membalik pot. Kemudian, pot lama ditarik ke atas perlahan-lahan hingga terlepas.

Jika media tanam dan perakaran masih baik, tanaman dapat langsung ditanam dengan media yang lama. Jika kondisi media tanam tidak layak lagi, Anda sebaiknya membersihkan dan mengganti media lama dari akar tanaman.

Selanjutnya, potong akar yang mulai mati agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman Anda. Kemudian, tanam dalam pot baru dan bagian dasar pot diberi alas media kasar, seperti styrofoam untuk menyangga tanaman dan memudahkan air keluar dari pot melalui lubang drainase.

Jangan terlalu menekan media agar tidak terlalu padat dan masih memiliki sirkulasi udara. Setelah selesai, lakukan penyiraman dan pemupukan secara berkala. Anda dapat melakukan repotting secara berkala, minimal dua kali setahun. (GPW)


EditorLatief
Close Ads X