Ini Tiga Jenis Taman Favorit

Kompas.com - 10/05/2011, 14:26 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

KOMPAS.com - Hadirnya taman melengkapi keindahan hunian kini menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Taman menjadi satu sentuhan kedekatan akan alam, yang sulit didapatkan di kota-kota besar seperti ibukota Jakarta.

Permintaan akan taman di dalam hunian kini marak. Banyak penghuni yang membutuhkan taman sebagai sarana relaksasi setelah seharian bekerja. Untuk tren taman dewasa ini, menurut Hari Harjanto dari Wongtani Landscape ialah taman yang tidak banyak membutuhkan sentuhan perawatan ekstra. Taman yang dipilih seperti taman tropis, taman minimalis, dan taman kering.

Taman Tropis cocok dibuat di Indonesia yang beriklim tropis. Pembuatannya akan mudah karena didukung ketersediaan jenis tanaman. Pengaturan taman Tropis dibuat sangat alami, dimana seolah-olah tidak dibuat manusia. Tanaman yang tumbuh dibiarkan menyerupai vegetasi alam.

Tanaman yang cocok digunakan untuk taman jenis ini seperti Philodendron, Dracena, Homalomena, Singonium, Costus. Biasanya dalam taman ini turut dipadukan juga tanaman merambat. Untuk menonjolkan kesan alam juga ditambah dengan material hardscape seperti batu-batu alam, batu kali, atau memakai Gazebo.

Taman Minimalis, erat kaitannya dengan rumah minimalis yang terkendala lahan terbatas. Taman ini mudah perawatannya untuk Anda yang sibuk bekerja. Tak perlu banyak beraktifitas di dalam taman ini, karena konsep taman ini bersih dan rapi. Nah, untuk jenis tanamannya bisa menggunakan jenis tanaman tropis. Namun, agar terkesan menarik jangan menambah banyak material hardscape.

Taman Kering, seperti namanya tanaman di taman ini tidak membutuhkan banyak air. Taman ini cocok untuk Anda yang tak sempat melakukan perawatan dan penyiraman setiap hari. Karena cenderung kering, taman ini bisa diletakkan di dalam rumah. Untuk jenis tanaman yang cocok seperti Agave, Kaktus, Agronema, Diffen, Anthurium.

Hari mengatakan selain tiga taman yang tengah tren ini, Wongtani Landscape yang berkantor di Grand Depok City ini menangani taman-taman dengan sentuhan yang berbeda. "Kami membuat taman hutan, taman sungai, taman lumut, juga taman yang menyerupai taman jaman Keraton dulu," ujar Hari. (Natalia Ririh)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X