Jaksa Tanggapi Eksepsi Ba'asyir

Kompas.com - 07/03/2011, 07:48 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum siap menyampaikan tanggapan atas eksepsi pihak terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/3/2011).

"Siap. Tanggapannya sekitar 20 halaman," kata Narendra Jatna, salah satu jaksa saat dihubungi Kompas.com. Narendra ditanya kesiapan tanggapan eksepsi.

Narendra mengatakan, pihaknya membantah eksepsi tim pengacara Ba'asyir yang menyebut dakwaan kabur, tidak jelas, tidak cermat, dan tidak lengkap sehingga harus batal demi hukum. Menurutnya, dakwaan sudah sesuai dengan prosedur.

Narenda mengatakan, pihaknya tak akan menanggapi eksepsi pribadi Ba'asyir yang telah masuk subtansi perkara. "Itu tak akan kami tanggapi," katanya.

Seperti diberitakan, Ba'asyir dalam eksepsi pribadinya menyinggung beberapa kasus yang pernah dijeratkan kepadanya seperti bom Hotel JW Marriot dan bom Bali I. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mukmin Ngruki itu, kasus-kasus yang menjeratnya adalah pesanan dari Amerika.

Selain itu, Ba'asyir menolak jika pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, disebut sebagai kegiatan teroris. Amir Jamaah Anshorud Tauhid (JAT) itu mengklaim, pelatihan militer oleh sekitar 50 orang itu sesuai dengan perintah Allah. "Agar umat Islam mengadakan I'dad atau mempersiapkan kekuatan fisik dan senjata untuk menggentarkan musuh-musuh Islam," ujarnya.

Terkait eksepsi Ba'asyir itu, jaksa tak akan menanggapi. Namun, Narendra secara pribadi menanggapinya bahwa hal itu malah bagus. "Belum apa-apa udah ngaku (terlibat pelatihan militer). Itu akan kami tanggapi dalam replik nanti," katanya.

Ba'asyir didakwa pasal berlapis dalam UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme dengan ancaman hukuman maksimal, yakni mati atau penjara seumur hidup. Adapun hukuman paling ringan adalah penjara selama tiga tahun. Menurut jaksa, Ba'asyir melakukan permufakatan jahat, merencanakan, menggerakkan pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Di samping itu, Ba'asyir didakwa memberikan atau meminjamkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk membiayai segala kegiatan di Aceh. Ba'asyir juga dikaitkan dengan dua perampokan di Medan, Sumatera Utara, yakni Bank CIMB Niaga maupun perampokan Warnet Newnet.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun 'Little Singapore' di Tangerang

    Investasi Rp 450 Miliar, Pengembang Ini Bangun "Little Singapore" di Tangerang

    Perumahan
    Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

    Ini Teknologi Pereduksi Kerusakan Infrastruktur Layang Saat Gempa

    Konstruksi
    Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

    Fakta Seputar Tol Pekanbaru-Dumai yang Dilengkapi Terowongan Gajah

    Konstruksi
    Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode 'Dynamic Compaction'

    Berpotensi Likuefaksi, Jalan di Bandara YIA Dibangun dengan Metode "Dynamic Compaction"

    Konstruksi
    Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

    Kabar Terbaru Tol Akses Pelabuhan Patimban, Finalisasi Kelayakan Bisnis

    Konstruksi
    Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

    Bersama China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa dan Tsunami

    Berita
    Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

    Jumat Besok, Tol Pekanbaru-Dumai 131 Kilometer Diresmikan Jokowi

    Konstruksi
    BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

    BMKG Manfaatkan IoT dalam Mendeteksi Tsunami, Begini Cara Kerjanya

    Berita
    Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

    Kementerian ATR/BPN Berhasil Mendaftarkan 24 Juta Bidang Tanah

    Berita
    Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

    Lokakarya Megastruktur dan Infrastruktur Tahan Gempa Resmi Digelar

    Konstruksi
    [POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

    [POPULER PROPERTI] Proyek Infrastruktur Harus Berlanjut di Tengah Ancaman Resesi

    Berita
    Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

    Oktober 2020, Jalan Akses Pelabuhan Patimban Siap Layani Arus Logistik

    Konstruksi
    Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

    Hong Kong Kingland Buka Kampus Universitas Sahid, Bidik 300 Mahasiswa

    Apartemen
    Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

    Malam Ini, Lalu Lintas di Tol Cipularang Menuju Jakarta Dialihkan

    Berita
    NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

    NTB Tawarkan 8 Proyek Unggulan kepada Investor

    Kawasan Terpadu
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X