Ramai-ramai Bangun Budget Hotel

Kompas.com - 20/08/2010, 15:45 WIB
EditorR Adhi KSP

oleh Robert Adhi Ksp

HOTEL murah, budget hotel, cheap hotel kini makin menjamur di Indonesia. Makin banyak investor dan manajemen hotel menjadikan hotel bintang dua ini salah satu andalan pendapatan.

Intiland, perusahaan pengembang terkemuka belum lama ini meluncurkan produk barunya yang dinamakan Whiz Hotel. Hotel ini hotel bintang dua plus atau acap disebut budget hotel.

Intiland memilih Malioboro, Yogyakarta sebagai lokasi Whiz pertama karena melihat perkembangan jumlah wisatawan di kota gudeg ini terus meningkat. Tahun 2010 ini, jumlah turis diprediksi mencapai 1,7 juta orang.

Mengapa Intiland memilih budget hotel? Menurut CEO Intiwhiz Moedjianto Soesilo, dari hasil survei yang dilakukan selama dua tahun, ternyata okupansi hotel tertinggi adalah hotel bintang dua dan tiga, bukan hotel bintang empat, apalagi bintang lima. Hal yang sama ditegaskan Presiden Direktur Intiland Lennard Ho.

Intiland memang pemain baru dalam industri perhotelan. Namun demikian Intiland sudah mencanangkan akan membangun 60 hotel bintang dua plus ini di berbagai kota di Indonesia dalam waktu 5 tahun ke depan.

Grup Santika milik Kompas Gramedia lebih dulu membangun Amaris, budget hotel di Panglima Polim Jakarta pada 27 September 2007. Grup Santika lalu membangun Amaris Banjar (Kalimantan Selatan), Amaris Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Amaris Panakukang, Makassar (Sulawesi Selatan), Amaris Cimanuk (Bandung), dan Amaris Palangkaraya (Kalimantan Tengah).

Hanya dalam waktu relatif singkat, Amaris sudah menyebar ke berbagai kota di Indonesia. Bulan Agustus ini, Grup Santika meluncurkan Amaris ke-8 di Jalan Diponegoro, Yogyakarta.

Sementara jaringan hotel Accor dari Perancis, sejak lama memiliki produk hotel bintang dua, yaitu Formule-1. Di Jakarta, hotel ini dibangun di kawasan Menteng. Namun jumlah Formule-1 malah tidak berkembang. Dan tampaknya baru sekarang Accor mengambil lagi pangsa pasar hotel bintang dua itu.

Selama ini Formule-1 banyak ditemukan di Eropa (Perancis, Spanyol, Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, Beligia, Swiss) sampai Brasil, Afrika Selatan, dan Indonesia. Jumlahnya saat ini sekitar 350-an.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.