Donald Trump Cari Peluang Investasi Properti di Georgia

Kompas.com - 17/07/2010, 19:49 WIB
EditorR Adhi KSP

KOMPAS.com - Wirausaha dan raja properti Donald Trump mencari peluang berinvestasi real estate, termasuk kasino dan lapangan golf di Georgia, pecahan Uni Soviet.

Donald Trump mengirim Michael Cohen, Executive Vice President of the Trump Organization, ke Georgia untuk melihat kemungkinan tersebut setelah dia terkesan dengan Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili yang melakukan perjalanan ke New York, AS, belum lama ini.

Cohen mengunjungi 12 lokasi pengembangan yang potensial dan mengatakan dia terkesan dengan kota Batumi di pantai Laut Hitam. Orang luar Eropa tengah tidak terlalu tahu dengan kota itu, namun sangat populer bagi wisatawan dari Asia Tengah karena iklimnya dan dekat dengan perbatasan Turki.   

“Saya berada di sini untuk berjalan di tanah ini dan merasakan aromanya. Perjalanan saya ke sini setelah Pak Trump terkesan dengan percakapan tentang masa depan Georgia. Kami mencari keuntungan dari Georgia,” katanya dalam perjalanan tiga hari mencari informasi di Tblisi, ibu kota Georgia.

Cohen juga mengunjungi wilayah Adjara di pantai Laut Hitam. Dia menolak menjelaskan jenis investasi apa yang mungkin diminati Trump dan mengatakan itu tergantung dari apa yang disukai.

Presiden Georgia Saakashvili berkunjung ke Amerika Serikat bulan April lalu dan bertemu dengan sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota New York Michael Bloomberg. Pemimpin negara Georgia itu mempercapat usaha menghidupkan kembali  investasi asing di negerinya.

Investasi asing di Georgia turun 51 persen pada tahun 2009 dari tahun sebelumnya sebesar 759 juta dollar AS, akibat tenggelamnya ekonomi global.

Pemerintah Georgia juga melihat Timur Tengah untuk investasi dana. Geogia mencapai kesepakatan dengan Uni Emirat Arab mendapat dana 1 miliar dollar AS dalam tiga tahun ke depan.

Qatari Diar Real Estate Investment dari Uni Emirat Arab juga mencari informasi ke Georgia, namun perusahaan itu belum mengumumkan rencana investasinya.

Cohen mengatakan, informasi yang dia peroleh dari Georgia akan dievaluasi untuk dilihat apakah negara ini cukup potensial bagi bisnis Trump. Jika cocok, tim perusahaan Trump akan mengunjungi Georgia.

Bagian dari proses evaluasi tersebut adalah melihat apakah Georgia memiliki cukup orang kaya untuk berinvestasi dalam proyek dan pengunjung kaya yang potensial, terutama dari Rusia, India, dan China,

Republik Georgia adalah negara pecahan Uni Soviet. Negara ini merdeka dari Uni Soviet 9 April 1991 dan dideklarasikan pada 25 Desember 1991. Negara ini berpenduduk 4.730.841 jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.