30.000 Rumah Dibangun di Sulsel Setiap Tahun

Kompas.com - 13/07/2010, 15:33 WIB
EditorR Adhi KSP

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah membangun sedikitnya 30 ribu rumah setiap tahun di Sulawesi Selatan, baik berbentuk vertikal (rumah susun) maupun di kawasan perumahan.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel Syarief Burhanuddin di Makassar, Selasa, mengatakan, secara nasional pembangunan rumah tinggal untuk masyarakat sebanyak enam juta per tahun. "Dalam waktu dekat pembangunan rumah susun sewa yang akan dibangun di Sulsel adalah untuk prajurit Kodam VII Wirabuana," katanya.

Program pembangunan 1.000 menara rusun di Indonesia yang dicanangkan akhir tahun 2006 ini bertujuan untuk pengentasan kawasan kumuh perkotaan dan mendekatkan masyarakat dengan lahan usaha, sekolah atau tempat kerja.  "Pembangunan dilakukan di daerah yang selama ini ditinggali bukan membangun di wilayah lain apalagi di daerah yang jauh dari lahan usahanya," jelasnya. 

Khusus untuk pendidikan, lanjutnya, rusunawa dibangun menggunakan anggaran Kemendiknas karena dianggap memiliki anggaran yang cukup untuk itu. Anggaran pembangunan Kemenpera dan Kementerian PU fokus untuk kawasan kumuh atau industri untuk pekerja.

Terkait ketersediaan lahan yang selama ini menjadi salah satu penghambat dalam memenuhi target, ia mengatakan, penyediaan lahan merupakan wewenang kabupaten dan kota. "Masalah yang dihadapi dalam pembangunan adalah ketersediaan lahan, dukungan infrastruktur dan umumnya calon penghuni belum siap," ujarnya. 

Sebelumnya, Asisten Deputi Urusan Penyediaan Rumah Susun Kemenpera Paul Marpaung mengatakan, secara nasional pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 100 menara rusuna hingga akhir 2011 khusus untuk pekerja dengan anggaran Rp12 miliar setiap menara. Hingga kini Kemenpera telah membangun 138 rusunawa, Kementerian Pekerjaan Umum 256 unit dan rumah susun sederhana dengan status hak milik hampir 100 tower.

Di Makassar sendiri, pihaknya telah membangun empat rusunawa di Kawasan Industri Makassar, Universitas Hassanuddin dan Kecamatan Mariso sementara untuk rusunami belum ada satu pun yang dibangun.

Rencananya, pembangunan rusuna berikutnya akan dilakukan di Kima tapi lahannya belum siap bangun. Menanggapi rencana ini, Syarief menjawab, lahan di kawasan tersebut merupakan wewenang Kima.

Kemendagri, Kemenpera dan pemerintah provinsi menggelar forum pemantapan dan sinkronisasi pelaksanaan penyediaan dan pemanfaatan lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana di kawasan perkotaan selama dua hari di Makassar.

Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dari permasalahan pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat menengah ke bawah yang terbentur harga rumah tinggi dan lahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X