Marina Bay Sands Paduan Seni dan Keindahan

Kompas.com - 28/06/2010, 13:37 WIB
EditorA. Wisnubrata

KOMPAS.com - Singapura, kota metropolis yang terkenal sebagai surga belanja kini memiliki lokasi wisata baru dengan fasilitas menarik. Mengusung konsep kawasan terpadu, Marina Bay Sands menawarkan hiburan, gaya hidup, seni dan bisnis menyatu dalam sebuah kawasan. Bangunan landmark di jantung pusat kawasan bisnis Singapura ini menjadi lokasi tujuan wisata dengan fasilitas hotel yang mewah, gedung teater, pusat belanja dan bersantap terbaik dikawasan ini. Ditambah museum, gedung pertemuan dan konvensi, serta pusat hiburan bertaraf dunia.

Tak sekedar memanjakan pelancong dengan fasilitas yang komplit, Marina Bay Sands juga memiliki keunikan desain bangunan artistik serta ikon Sands SkyPark yang merupakan mahkota dari tiga menara Hotel Marina Bay Sands. Tak tanggung-tanggung, arsitek kenamaan dari Boston, Moshe Safdie didaulat merancang bangunan ini.

Dari Sand SkyPark kita diajak melihat lanskap kota Singapura dari ketinggian 200 meter. Pengunjung bisa berkeliling menyaksikan kota Singapura melalui pemandangan 360 derajat dan mencicipi aneka masakan di restoran. Taman-taman hijau dan kolam renang tak bersekat menjadi daya tarik lain di Sand SkyPark. Asal tahu saja Sands SkyPark boleh jadi adalah kantilever publik terbesar dengan taman, kolam renang, anjungan, dan restoran seluas 1,2 hektar yang cukup untuk memarkir empat setegah pesawat jet jumbo Airbus A830!

Bagi pecinta kuliner sebaiknya tak melewatkan mencoba hidangan ala koki Justin Quek di restoran The Sky di Sands SkyPark. Koki asal Singapura ini adalah satu dari tujuh koki selebriti andalan selain Mario Batali (New York), Santi Santamaria (Barcelona), Guy Savoy (Paris), Daniel Boulud (New York), Wolfgang Puck (Los Angeles), dan Tatsuya Wakuda (Sidney) yang siap menciptakan keajaiban kuliner di Marina Bay Sands. Di tangan koki yang pernah memiliki pengalaman memasak di Les Amis Group, menu kuliner khas Singapura dan Asia akan diramu dengan sentuhan teknik memasak Perancis klasik.

Hotel Marina Bay Sands yang terdiri dari tiga tower untuk menopang Sands SkyPark tak kalah mengagumkan. Dari kamar hotel yang mencapai 2.561 kamar dan suite, Anda bisa menikmati pemandangan Laut Cina Selatan, Marina Bay, atau horison kota Singapura. Desain arsitektur hotel berlantai 55 inipun cukup unik dengan menara condong dan kaki-kaki menyatu di lantai 23 membentuk gedung tunggal. Bahkan di menara satu hotel, kecondongan mencapai 26 derajat, membuatnya menjadi salah satu hotel terumit dalam proses pembangunan.

Sekedar duduk di bangku atau bersantap di restoran yang tersedia di atrium dan selasar hotel menjadi pilihan lain menikmati suasana di kala pagi atau sore. Desain hotel yang banyak menggunakan material kaca membuat cahaya matahari leluasa masuk. Meski berlimpah cahaya matahari namun tak perlu khawatir kepanasan. Anda bahkan akan merasa berada di tengah taman yang sejuk. Pasalnya, di dalam atrium hotel ditempatkan bejana tembikar setinggi 3 meter yang menampung sebuah pohon di setiap bejana yang menciptakan kanopi pepohonan. Bukan sembarang bejana, 83 bejana tembikar dengan pahatan keramik dan dilapisi kaca tersebut merupakan karya seniman Chongbin Zheng. Karya Zheng yang dijuluki Rising Forest ini merupakan salah satu art path di Marina Bay Sands yang menghiasi interior dan eksterior hotel.

Masih di atrium hotel, Anda juga bisa menyaksikan art path karya seniman Antony Gormley berjudul Drift. Drift merupakan sebuah matriks polihedral stainless steel yang memiliki tiga dimensi. Tak tanggung-tanggung, Gormley menggunakan 16.100 batang baja dan lebih dari 8.320 simpul baja untuk membuat karya monumentalnya. Drift yang menyerupai awan dengan dimensi panjang 40 meter, tinggi 23 meter, dan lebar 15 meter tergantung di udara antara lantai 5 dan 12 atrium menara hotel.

Beranjak keluar dari hotel jangan lewatkan melihat karya art path lainnya yang tak kalah mengagumkan. Kali ini anda bisa menyaksikan kegilaan seniman Ned Kahn dengan karyanya Wind Arbor. Karya Ned Kahn ini paling mudah terlihat dan paling besar di antara sembilan karya art path lainnya. Ned Kahn merangkai 260.000 "sayap" logam alumunium yang menutupi seluruh bagian depan gedung sebelah barat atrium hotel serta mengitari menara pendingin di ujung utara bangunan tersebut.

Karya Ned Khan setinggi 15 meter di ujung utara dan bertambah menjadi 55 meter di bagian jalan masuk sebelah selatan akan terlihat berkilauan memantulkan cahaya ketika "sayap-sayap" alumuniumnya bergerak. Dengan luas 6.800 meter persegi, karya Ned Khan ini setara dengan luas lima setengah kali ukuran kolam renang olimpik.

Serba Megah

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.