Summarecon Bangun Kota Mandiri di Bekasi - Kompas.com

Summarecon Bangun Kota Mandiri di Bekasi

Kompas.com - 23/04/2010, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Suku bunga kredit yang terus melandai dan peningkatan daya beli konsumen membuat pengembang kian percaya diri mengerjakan proyek properti. PT Summarecon Agung Tbk, salah satunya. Pengembang yang dikenal dengan proyek kota mandiri atau towhship di Serpong dan Kelapa Gading ini kini mulai menggarap proyek serupa di Bekasi.

"Kami bangun township seluas 240 hektare (ha) di Bekasi," ujar Executive Director Summarecon Adrianto P. Adhi kepada Kontan. Dari total lahan yang tersedia tersebut, Summarecon mengalokasikan 35 persennya sebagai lahan komersial.

Di atas areal itu, Summarecon akan membangun 16 kluster perumahan dengan jumlah unit berkisar 200 hingga 300 rumah per kluster. Tiap kluster akan berdiri di atas lahan seluas 6 ha hingga 7 ha.

Selain itu ada pula apartemen, Summarecon Mall Bekasi, trade center, office park, shopping house (ruko), modern fresh market, serta danau buatan untuk manajemen pengelolaan air. "Tahap awal kami siapkan dana Rp 250 miliar untuk pembangunan infrastruktur," ujar Adrianto.

Pemasaran kluster perumahan itu akan dimulai Sabtu mendatang, (24/4). Ada dua kluster yang ditawarkan, yakni Palm Residence dan Maple Residence. Kluster Palm Residence yang berisi 300 rumah dipasarkan dengan harga mulai Rp 500 jutaan. Sedang harga kluster Maple Residence mulai Rp 700 jutaan dan terdiri dari 230 unit. "Kami membidik segmen menengah atas," cetus Adrianto.

Untuk memuluskan rencananya, 10 April lalu, Summarecon telah menanam tiang pancang pertama pembangunan jalan layang (fly over) di Jl Achmad Yani, Bekasi. "Fly over akan melancarkan arus lalu lintas dan siap beroperasi pada tahun 2012, tepat setelah serah terima hunian yang kami jadwalkan pada akhir tahun 2011," imbuh Adrianto.

Mengembangkan proyek properti dengan tema township tentu bukan perkara gampang. Sebab ini, pengembang harus membangun sebuah kota. Namun Adrianto mengaku tak kesulitan untuk merealisasikan rencana tersebut.

Selain telah memiliki lahan sejak 1980-an, suku bunga kredit yang terus turun membuat minat dan daya beli masyarakat terus menanjak. "Peminat pembayaran dengan cara KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) terus naik belakangan ini hingga mencapai 50 persen dari total penjualan," ujarnya.

Associate Director Strategic Advisory Group PT Procon Indah, Utami Prastiana berpendapat, hunian landedhouse berkonsep townhouse memang sedang berkembang di luar Jakarta. "Potensinya terlihat di Tangerang dan Bekasi," ujar Utami. Selain karena di Jakarta sudah tak ada lagi lahan kosong untuk perumahan horizontal, harga tanah di luar Jakarta memang jauh lebih terjangkau. (Nadia Citra Surya/KONTAN)


Editorksp

Close Ads X