Fusion: Gaya Arsitektur yang "Melangit"

Kompas.com - 03/12/2009, 22:09 WIB
Editorksp

oleh Erwin Hawawinata

Istilah “melangit”bukan bermaksud menjelaskan lawan arti kata “membumi” , dan bukan mengandung arti sombong atau angkuh. Tetapi yang dimaksud di sini adalah mewakili daya kreativitas yang tidak ada batasnya. “Berkreatif dan bereksperimen” mungkin itu yang tepat untuk menjabarkan apa yang ada di benak tiap individu seorang arsitek maupun desainer interior. Bereksperimen dengan desain, material, gaya dan lagam, bahkan berkesperimen dengan anggaran”.

Apa sebenarnya yang menjadi tujuan dari”pencarian”ini?  Bila diamati, dunia yang semakin kaya akan informasi, disertai dengan berbagai kemudahannya, menjadi suatu alasan dan keharusan di mana tiap orang harus memiliki suatu “cita rasa yang unik” karena tidak lain, manusia itu sendiri adalah suatu “individu” yang unik atau pribadi.

Dalam dunia arsitektur dan interior, keaslian atau “originality” dari suatu desain kadang kala dipertanyakan, banyak sekali penggabungan ide dan konsep yang kadang kala menciptakan suatu hasil karya kreasi baru yang jauh lebih indah dan menarik. Bahkan dibandingkan dengan karya yang menjadi acuan sebelumnya.

Keahlian dalam menggabungkan dan mengkombinasikan bahkan mencomot, dianggap suatu hal yang biasa dan wajar untuk dilakukan, sejauh tidak mengadaptasi langsung dari bentuk sebelumnya.

Keindahan memandukan, kadang dinilai sebahai suatu ide gila yang justru patut mendapat acungan jempol. Ada suatu gaya arsitektur dan interior yang akhir-akhir ini sangat menarik untuk ditelaah diantara gaya-gaya minimalis yang sekarang sedang menjamur, yaitu gaya fusion atau orang lebih mengenal dengan gaya ekletik.

Gaya fusion yang menggabungkan kultur, teknologi, gaya , bentuk bahkan masa, menjadikan memori yang seharusya ada pada masanya, muncul pada peradaban yang dianggap modern atau bukan masanya.

Gaya fusion menawarkan segalanya, dan tidak ada aturan ataupun lagam yang membatasi. Kreativitas bergerak sebebasnya, ibarat ada istilah “langit adalah batas kreativitas”.  Contohnya, pada saat ini, adalah suatu hal yang biasa untuk memadukan unsur modern dengan unsur klasik, bahkan menjadi suatu keharusan dan kewajiban dalam gaya fusion, karena menimbulkan ‘nyawa’, atau ‘jiwa’ atau ‘roh’ pada desain itu sendiri.

Perpaduan gaya lama dengan gaya baru, barang berkelas dengan barang loakan, pastinya tidak akan menjadi cocok, tetapi akan menjadi menarik. Nilai komersial pada gaya fusion akan muncul dengan sendirinya karena ada perbandingan tersebut, bahkan kadang nilai ini tidak lagi menjadi hal yang penting karena sudah melebur pada suatu arti yang baru, yaitu keindahan. Pedoman yang sangat cocok adalah nice and affordable.

Proses mencipta dalam dunia arsitektur dan interior adalah sesuatu yang harus memperhatikan nilai uang, dan menjadi suatu hal yang sangat cocok dalam gaya ini, karena kebebasan yang tidak terbatas. Intinya adalah keselarasan dalam cita rasa.

Gaya fusion adalah salah satu gaya yang sangat cocok untuk berekspresi, seperti halnya seseorang bercerita akan dirinya, di mana ada luapan dan emosi pribadi didalamnya. Bukan hanya cerita “baik" kadang “kegilaan”pun menjadi suatu hal yang sangat menarik untukdiekspresikan. Karena itu kami menyebutnya dengan  unpredictable concept.


Erwin Hawawinata
Chief Design Officer
hawawinata n associates



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X