Cara Cerdas Kurangi Kertas

Kompas.com - 26/05/2009, 17:05 WIB
Editor

Aneka kertas bekas dapat dijadikan bahan aneka kerajinan tangan yang unik. Ajak anak-anak untuk menuangkan kreativitasnya dengan mengolah kembali limbah kertas di rumah, salah satunya adalah dengan mendaur ulang kertas. Dengan begitu, mereka sejak dini sudah diajarkan untuk menghargai setiap helai kertas yang ada.

Go Online!
Komputer merupakan temuan yang dipercaya dapat mengurangi pemakaian kertas, karena nantinya semua dokumen akan tersimpan dalam bentuk file. Di rumah, mulailah membiasakan diri untuk hidup "tanpa kertas"; menerima dan mengirimkan informasi melalui secara digital. Misalnya, alihkan tagihan kartu kredit dan tagihan telepon yang dikirimkan lewat pos setiap bulannya dengan tagihan lewat surat elektronik (email). Dengan begitu kita sudah ikut mengurangi ' penggunaan kertas yang tidak perlu.

Lebih jauh lagi, pindai (scan) dokumen-dokumen yang dirasa masih perlu, misalnya bukti pembayaran ke bank, dan simpan file-nya dalam komputer. Jika sudah ada salinannya seperti ini, bentuk fisiknya yang berupa kertas dapat segera didaur ulang. Memang belum semua dokumen dapat dipindai, karena alasan keamanan dan keotentikannya, misalnya akte kelahiran atau surat  kepemilikan tanah. Tetapi dengan mengurangi sebagian, lemari arsip kita jadi lebih lega!

Karena kita jadi lebih tergantung kepada komputer, konsekuensinya komputer harus "terawat". Dalam artian, komputer harus bebas dari virus-virus yang berisiko merusak semua dokumen. Komputer juga harus dalam keadaan prima, tanpa masalah pada perangkat keras dan lunaknya. Di samping itu, "perawatan" rutin lainnya adalah pembuatan back up, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang dapat  melenyapkan dokumen.

Kembali Ke Masa Lalu
Setelah berkutat dengan gagasan online, saatnya kembali melakukan kebiasaan masa lalu yang ternyata dapat menghemat kertas. Sekarang ini kita terbiasa membersihkan segala sesuatu dengan tisu. Melap keringat di wajah, kita mengandalkan tisu. Minuman tumpah, airnya diserap dengan tisu. Tangan basah sehabis cuci tangan,dikeringkan dengan tisu. Dan akhirnya gumpalan gumpalan tisu itu menumpuk di bak sampah.

Tisu merupakan produk kertas jaman modern. Sifatnya yang sekali pakai menjamin ia lebih higienis. Mengingat konsumsi tisu yang sangat besar di seluruh dunia, penghematan pemakaian tisu pasti akan memberi dampak yang cukup besar bagi penghematan kertas. 

Jika memungkinkan, gunakan kembali lap berbahan kain untuk di dapur, di wastafel, dan sebagai penyeka muka. Kain dapat dicuci dan dipakai berulang-ulang sehingga tidak menghasilkan limbah kertas. Hindarkan juga penggunaan kemasan minuman dan piring plastik di rumah, bahkan pada saat tertentu seperti pesta. Selalu pilih alat-alat makan yang dapat digunakan kembali. Selain itu, alat makan kertas umumnya mengandung plastik yang membuat sampahnya lebih sulit lagi untuk didaur ulang.

Yang terakhir, selalu pisahkan sampah kertas dengan sampah lainnya. Ini untuk memudahkan para petugas dalam memilah sampah, agar kertas-kertas ini dapat langsung dibawa ke tempat daur ulang. Saat ini, sampah kertas dan produk turunannya meliputi 25 persen bagian dari seluruh  sampah yang ada di pembuangan sampah. Bantuan kita dalam menghemat dan memilah sampah, akan sangat berarti. (FRANSISCA WUNGU PRASASTI/Tabloid Rumah)

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X