Perumnas Ikut-ikutan Bangun Town House - Kompas.com

Perumnas Ikut-ikutan Bangun Town House

Kompas.com - 25/05/2009, 17:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah lazim apabila pengembang swasta membangun rumah bandar alias town house. Namun, jika pengembang pemerintah membangun town house itu tidak biasa. Adalah Perumnas yang pada kuartal kedua ini tergiur membangun town house.

Hanya saja mereka membangun town house itu untuk melengkapi portofolio perusahaan. Pasalnya, Perumnas adalah pengembang perumahan untuk menengah ke bawah. “Jadi ini bukan bisnis utama kami,” kata Direktur Perumnas Arif Himawan Sagata, Minggu (24/5) di Jakarta.

Bahkan, Perumnas berdalih hanya memanfaatkan land bank miliknya itu sekitar 10 persen untuk town house. Itu artinya, mereka menyediakan lahan seluas 20 hektar untuk pembangunan town house. Dan jumlah lahan Perumnas itu mencapai 200 hektar. “Mayoritas untuk pembangunan rumah rakyat,” katanya.

Meski bukan bisnis utama, Perumnas tidak mau main-main dalam menggarap townhouse. Mereka mengaku menggelontorkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan tersebut. Dan mereka siap untuk membangun proyek Pesona Metropolitan. “Lokasinya berada di Bekasi Barat,” tandasnya.

Guna keperluan ini mereka menyediakan lahan seluas 20 hektar. Di atas lahan itu mereka siap untuk membangun sekitar 100 unit town house. Adapun lamanya pembangunan itu adalah setahun sejak dimulai pada kuartal kedua.

Hanya saja mereka belum melakukan tes pasar. Ini karena proyek tersebut belum secara resmi meluncur ke pasar. Namun, mereka bakal membanderol harga townhouse itu sekitar Rp 400 juta sampai Rp 800 juta. “Pasar yang kami bidik adalah pebisnis yang tinggal di Bekasi dan memanfaatkan akses tol di sana,” katanya.

Bicara soal persaingan, Perumnas mengaku persaingan town house tidak terlalu ketat di Bekasi Barat. Ini karena mereka hanya bersaing dengan pengembang Kemang Pratama di Bekasi. Dan pengembang swasta itu pun saat ini sudah tidak lagi membangun.

Secara umum, ini bukan kali pertama pengembang membangun town house di Bekasi. Sebelumnya, sudah ada pengembang yang juga sedang membangun di sana. Adalah Grapura Prima Group yang mengembangkan town house di Bekasi Selatan.

“Kami memiliki tanah seluas 4.000 m2 di Jalan Juanda Bekasi Selatan untuk membangun town house tahun ini,” kata Sekretaris Perusahaan GPG Rosihan Saad.

Mereka membangun sebanyak 11 unit rumah di lahan itu. Adapun nilai investainya mencapai Rp 30 miliar. Dan harga jualnya itu berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Harga itu pun sudah disesuaikan dengan kemampuan daya beli konsumen di Bekasi Selatan.

Tony Eddy, Presiden Direktur Tony Eddy & Associates, mengatakan, semakin maraknya pembangunan town house ke pinggiran Jakarta karena didorong oleh makin banyaknya orang yang ingin merasa lebih nyaman dan aman hidup di lingkungan tempat tinggal mereka. Pasalnya, town house hanya memiliki satu pintu gerbang untuk keluar dan masuk.  “Konsumen juga relatif sudah bosan tinggal di apartemen,” pungkasnya. (Ali Imron/KONTAN)


Editor

Close Ads X