Fitri Tampilkan Tari Warna dari Tanah - Kompas.com

Fitri Tampilkan Tari Warna dari Tanah

Kompas.com - 29/05/2009, 02:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Penari kontemporer Indonesia Fitri Setyaningsih akan menampilkan karya terbaru pada pagelaran tari "Regional Dance Summit" yang diikuti penari dari lima negara di Jakarta, pada 4-8 Agustus mendatang.

"Saya sudah mendapat inspirasi tari apa yang akan saya tampilkan, tapi gerakannya seperti apa, belum bisa ceritakan sekarang," kata Fitri Setyaningsih ketika dihubungi Antara di Jakarta, Kamis.

Dijelaskan Fitri, inspirasi tersebut berasal dari pergantian waktu dan warna yakni bergantian siang dan malam, pagi, dan sore, serta kemarin, hari ini, dan besok.

Dari pergantian waktu tersebut, kata dia, muncul warna-warna yakni matahari yang baru terbit dan matahari yang akan tenggelam, yang warna-warnanya menerobos ruang seperti akan masuk ke dalam tanah.

"Dari inspirasi tersebut saya akan menamakan konsep tarian saya adalah ’warna dari tanah’," kata penari yang pernah tampil di sejumlah negara ini.

Dari pergantian waktu dan warna tersebut, kata Fitri, ia mengambil rentang waktu kemarin, hari ini, dan besok, dengan mengosongkan waktu masa lalu dan masa mendatang.

Ketika perubahan-perubahan tersebut diekspresikan dalam bentuk tarian, katanya, maka akan muncul warna-warna tubuh dan ruang. Ekspresi tersebut yang akan ditampilkannya dalam bentuk tarian kontemporer di "Regional Dance Summit".

Dalam setiap kreasi tarinya, Fitri selalu mengandalkan eksplorasi tubuh dengan pendekatan kostum dan ruang.

Ia merencanakan pada pagelaran tari yang diselenggarakan Pusat Kebudayaan Jerman (Goethe Institute) tersebut menggunakan kostum yang bersinar dipadu dengan stiker-stiker.

Sedangkan durasi tarian solo yang akan ditampilkan diperkirakan sekitar 25 menit.

Asisten Bagian Program Budaya Goethe Institute, Dewi Noviami mengatakan, Fitri Setyaningsih adalah salah satu dari dua penari solo kontemporer Indonesia yang akan tampil pada pagelaran "Regional Dance Summit" di Jakarta, Agustus mendatang.

Penari Indonesia lainnya yang akan tampil di pekan tari regional Asia Pasifik tersebut adalah Jecko penari lulusan Institut Kesenian Jakrta (IKJ).

Penari lainnya berasal dari Australia, Thailand, Malaysia, dan Singapura, yang seluruhnya berjumlah 24 penari.

"Kami terus mempersiapkan kegiatan ’Regional Dance Summit’ yang merupakan agenda terbesar Goethe Institute Jakarta sepanjang tahun 2009," katanya.

Menurut dia, selama lima hari kegiatan selain menampilkan tarian dari lima negara juga diselenggarakan diskusi dan "workshop" yang menampilkan koreografer (penata gerak) dan kurator (kritikus) tari dari sembilan negara.

Selain lima negara di atas, empat negara lainnya adalah Jerman, Selandia baru, Vietnam, dan Filipina.

Goethe Institut Jakarta, kata dia, terus melakukan komunikasi dengan pusat kebudayaan dari negara-negara yang akan hadir, untuk mengkomunikasikan jumlah delegasi yang akan hadir dan siapa saja orangnya serta tarian apa yang akan ditampilkan.

"Kami membutuhkan data tersebut mempersiapkan lokasi dan teknis penyelenggaraannya," katanya.


Editor

Close Ads X