MANADO, KOMPAS.com - Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa meresmikan 2.000 unit Rumah Sederhana dan Rumah Sehat Sederhana yang akan dimanfaatkan jajaran pegawai negeri sipil di Sulawesi Utara.
"Kepemilikan rumah menjadi hak azasi setiap manusia dan tak terkecuali di jajaran Korpri, sehingga perlu dibantu," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) di Manado, Jumat.
Rumah-rumah yang dibangun pengembang bekerja sama dengan pihak Korpri Sulut, keseluruhannya telah laku terjual kepada para PNS di lingkungan Pemprov Sulut, dengan memanfaatkan dana Tabungan Perumahan yang selama ini disisihkan dan melalui Bapertarum.
Menurut Menpera, pemerintah berupaya memfasilitasi agar seluruh rakyatnya memiliki rumah tinggal layak huni, dan saat ini pemerintah sedang dan terus mengkaji kebijakan pembangunan perumahan terutama bagi kelas menengah ke bawah di Indonesia.
Pemerintah juga mengupayakan mekanisme lebih mudah dan dana harga yang lebih terjangkau, sehingga diharapkan memiliki rumah bukan lagi menjadi hal bagi golongan berpenghasilan menengah ke bawah. Pemerintah akan mengembangkan Pola Fasilitas Likuiditas sebagai salah satu bentuk intervensi untuk menyediakan rumah yang terjangkau, tetapi juga dapat tetap menguntungkan pihak pengembang.
Pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan berupaya menekan tingkat bunga pembelian rumah menjadi di bawah sembilan persen. "Dengan demikian pemerintah tidak lagi akan mensubsidi, sebab tingkat bunga sembilan persen adalah tingkat bunga yang sesuai dengan ketentuan," katanya.
Peresmian rumah sederhana yang dibangun Apersi Sulawesi Utara ini ditandai dengan sirine dan pengguntingan pita oleh Menpera. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo, Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang, Kepala Bapetarum Muh Yamin, Kadiv Kredit BTN Pusat Budi, YKPP, DPD Apersi Sumatera Selatan, DKI, dan anggota Apersi Sulut serta masyarakat setempat.
Menpera dan undangan lainnya juga melakukan penanaman 2.000 pohon secara simbolis. Acara ini juga diisi dengan dialog interaktif seputar penerapan Fasilitas Likuiditas serta masa transisinya.
Ketua Umum DPP Apersi Eddy Ganefo memberikan apresiasi kepada Apersi Sulut atas kepeduliannya terhadap lingkungan dengan melakukan penghijauan pada setiap kawasan yang dibangun.
Menpera menantang pemerintah daerah untuk menyiapkan cadangan lahan bagi perumahan dan pusat akan menggelontorkan DAK ke daerah, Fasilitas Likuiditas dan kerja sama daerah kumuh, serta program PKP. (ANT/KSP)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.