Enam Proyek Rusunami di Jakarta Disegel

Sejumlah pengembang menawarkan proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) bersubsidi di kawasan Jabodetabek dalam Pameran Perumahan Rakyat di Gedung Smesco Promotion Center, Jakarta, Rabu (20/8). Harga perumahan bersubsidi yang ditawarkan mulai dari Rp 80 juta. Pameran berlangsung hingga 26 Agustus. Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan memperketat aturan kepemilikan rusunami agar benar-benar dimiliki oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Kamis, 30/4/2009 | 19:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Korban penyegelan rumah susun sederhana milik (rusunami) bertambah. Setelah Kalibata Residence, ada sekitar lima proyek rusunami juga menjadi korban. Bahkan beberapa proyek itu sudah ada yang mulai topping off dan groundbreaking. Jadi, total rusunami yang disegel sampai saat ini mencapai enam proyek.

Adapun keenam rusunami itu adalah Kalibata Residence punya Agung Podomoro, East Park Residence milik Citra Sarana Persada, dan Kebagusan City milik Perrdana Gapura Prima. Ketiga proyek lanjut lainnya adalah Gading Nias Residence milik Tiara Metro Jaya, Pancoran Riverside milik Graha Rayhan Triputra, dan Pulo Gebang Residence milik Bakrieland. “Jadi, total ada sekitar 89 menara yang disegel oleh Pemda DKI,” tukas Ketua Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria.

Dia mengatakan, keenam proyek rusunami itu sudah disegel sejak pertengahan Maret lalu dan berlanjut hingga April ini. “Penyegelan itu dilakukan karena keenam proyek rusunami itu tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dari Pemerintah DKI Jakarta,” katanya.

Nah parahnya, beberapa menara rusunami itu bahkan ada yang sudah selesai pembangunannya alias topping off. Contohnya saja Kebagusan City, Gading Nias Residence, dan East Park Residence. Adapun Pancoran Riverside dan Kalibata Residence, pembangunannya sudah berjalan 25 persen. "Kalau Pulo Gebang punya Bakrieland malah sudah groundbreaking," tukasnya.

Kisah penyegelan itu pun sampai ke telinga Wakil Presiden. Kabarnya, Wapres pun sempat marah-marah akibat penyegelan ini. Akibatnya, Wapres pada Rabu (29/4) lalu mengadakan rapat mendadak dengan REI dan Kementerian Perumahan Rakyat. “Wapres meminta kepada Pemda DKI untuk segera menyelesaikan masalah ini dalam waktu sebulan,” tukasnya.

Wakil Ketua REI Bidang Rusunami Muhammad Nawir juga menyayangkan tindakan penyegelan tersebut. Sebab, pada saat mulai pertama kali membangun rusunami, Wapres dan Pemda DKI sudah memastikan tidak ada masalah, apalagi kalau pengembang sudah memiliki surat izin permohonan penggunaan tanah (SIPPT), pengembang sudah mulai bisa membangun. “Belakangan ganti gubernur malah kena segel,” ujarnya. (Ali Imron/KONTAN)

0
A A A
sholichin @ Senin, 25 Mei 2009 | 16:47 WIB
Karena gubernur yang sekarang JATAHNYA KURANG.
michael @ Minggu, 17 Mei 2009 | 07:15 WIB
penyegelan ini terjadi karena gubernur soetiyoso melakukan korupsi perijinan sehingga semuanya terlihat beres dan lancar. tau gak berapa biaya pesta ulang tahun anaknya soetiyoso? satu milyar coyyyy.
Jack Rompas @ Sabtu, 2 Mei 2009 | 19:35 WIB
Kenapa ini harus terjadi?.. Proyek Rusunami itu kan sudah ada yang mulai topping off dan groundbreaking. Kinerja para pejabat yang terkait harus segera dibenahi, jangan dibuat binggung para pelaku dunia konstruksi Rusunami.
sandro @ Jumat, 1 Mei 2009 | 23:29 WIB
aneh tapi nyata
adhitya @ Jumat, 1 Mei 2009 | 16:59 WIB
Kok bisa yah nyari uang dengan menyusahkan orang lain... Babehh... udh jaman internet ney... udah lahh jangan pake cara lama lagi ...
7 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
mp-ws-04