Mengenal Kualitas Estate Management (I)

Sudah seharusnya EM dijalankan oleh pengembang mulai manajemen pengelolaan sampah, keberlangsungan fasilitas umum dan sosial, serta komunitas hunian.
Rabu, 25/3/2009 | 17:41 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com
- Sebelum memutuskan untuk membeli rumah atau apartemen, sangat penting buat Anda mempertimbangkan aspek kualitasnya. Baik itu kualitas fisik calon hunian, akses jalan ke dan keluar hunian, maupun lingkungan sekitar.

Itulah gambaran lingkup kerja Estate Management (EM), yang mestinya Anda ketahui sebelum menentukan membeli hunian. EM bukan hanya berlaku bagi kawasan apartemen. Situasi dan kondisi saat ini pun, sejatinya, EM diperlukan bagi perumahan.

Sudah seharusnya EM dijalankan oleh pengembang, mulai manajemen pengelolaan sampah, keberlangsungan fasilitas umum dan sosial, serta komunitas pemilik hunian. Apalagi, jika hunian yang Anda beli memang dijadikan investasi, kondisi fisik lingkungan sangat berpengaruh besar dalam memengaruhi nilai jual hunian Anda.

Berkenaan dengan hal itulah, Anda perlu menggali sebanyak-banyaknya informasi jangka panjang terkait kawasan pengembangan selanjutnya. Segala perencanaan, langkah dan upaya pengembang tentunya, bisa Anda analisa lebih dalam untuk mengetahui harga jual hunian Anda naik atau merosot jauh.

Berikut adalah beberapa wacana yang bisa Anda jadikan referensi terkait Estate Management:  

- EM bisa Anda jadikan kesimpulan, apakah kawasan berubah atau tidak dari masterplan-nya.

- Berangkat dari keinginan pengembang menjaga konsistensi masterplan, pihak pengembang mestinya menjalankan EM dengan penuh perhatian dan penanganan khusus. Jika tidak dilakukan, Anda mestinya berhati-hati, karena masa akan potensi perkembangan kawasan tersebut menjadi tidak teratur dan terkesan liar.

- Tanpa penanganan EM yang baik, tidak jarang sebuah kawasan hunian terlantar dan beralih fungsi, sebutlah yang kini merebak, sebagai tempat usaha misalnya.  
 
- Lemahnya pengawasan EM akan menyebabkan bangunan hunian melanggar ketentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau Garis Sepadan Bangunan (GSB). Hal ini terkait keinginan dan cita-cita Anda memiliki hunian di lingkungan yang selalu rapi, asri, dan aman.

- Selama kawasan hunian masih berdiri, peran EM tidak hanya akan sebagai pengawas tetapi juga pengelola kawasan hunian penyedia berbagai jasa yang Anda butuhkan sebagai warga kawasan terkait.   
 
- Ingatlah satu hal, bahwa mempertahankan dan meningkatkan nilai sebuah kawasan hunian tidak cukup hanya berdasarkan desain atau bentuk bangunannya yang menarik, melainkan juga nilai kawasan yang nyaman ditinggali sebagai nilai tambah di masa selanjutnya.  

 

 

LTF

0
A A A
andis @ Kamis, 23 April 2009 | 06:56 WIB
namanya jg Real Estate alias perum pastilah butuh dan harus ada ESTATE MANAGEMENT. Problemnya itu hanya dimiliki developer besar.. dan punya visi garaapan tanah yg luas. Utk yg kecil dan menengah selesai membangun dan memasarkan yach .. good bye honey, lu yach buat aja RT RW urus sendiri masalah warga.!!!
restu mahesa @ Rabu, 25 Maret 2009 | 18:35 WIB
Estate Management atau yang sekarang lebih dikenal dengan Town Management, karena mengurus kota jauh lebih kompleks dari sekedar mengurus kawasan, adalah service kepada penghuni agar mereka tinggal dengan nyaman dan memastikan investasi mereka akan terus berkembang. Town Management bukan profit center utk developer, namun sering menjadi cost center. Namun nilai komitmen pengembang untuk mengelola Town Management menjadi nilai plus yg signifikan untuk customer dalam berinvestasi. Restu Mahesa
2 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
mp-ws-04