BTN Malah Naikkan Bunga KPR

Sejumlah bank berusaha menggaet debitor dengan menawarkan berbagai fasilitas dan kemudahan kredit pada berbagai kesempatan untuk sektor konsumtif, seperti Kredit Pemilikan Rumah.
Senin, 16/2/2009 | 08:04 WIB

JAKARTA, SENIN — Pekan lalu, Bank Tabungan Negara (BTN) menaikkan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) 0,25  persen. Akibatnya suku bunga KPR yang semula 14,75 persen pun melejit menjadi 15 persen. Langkah ini dilakukan BTN karena bunga simpanan masih tinggi. Nah, aksi BTN itu terbilang kontroversial. Pasalnya, Bank Indonesia (BI) sudah tiga kali menurunkan BI rate dengan posisi terakhir sebesar 8,25 persen.

Melihat aksi BTN, para pengembang properti menanggapi dingin. "Tenang saja tidak perlu panik," tandas Sekjen Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Tirta Susanto, Minggu (15/2) di Jakarta.

Dengan menaikkan suku bunga itu, BTN berusaha untuk mencadangkan dananya yang ada supaya tidak terserap semua untuk kredit. Pasalnya saat ini suku bunga penjaminan BI masih tinggi di level 9,5 persen. "Ini kan tujuannya untuk menyaring nasabah mereka sendiri," tukas Susanto.

Bisa jadi dengan dampak itu, konsumen KPR akan berpikir ulang untuk mengajukan kredit. Atau, mereka akan memilih pengajuan kredit ke bank lain yang lebih murah. Misalnya saja BRI dan Bank Mandiri dengan bunga kredit 13 persen.

Susanto menilai, kebijakan yang diambil BTN tersebut tidak akan berlangsung lama. "Mereka pasti tidak akan terlalu lama menahan dananya itu keluar. Pasalnya pesaing mereka BRI dan Bank Mandiri memiliki kredit yang lebih murah. Prediksi saya paling banter hanya selama setahun ini saja," ujarnya. (Kontan)

 

Ali Imron

0
A A A
genus @ Kamis, 1 Oktober 2009 | 21:05 WIB
naikkan saja semua biar puas kalian....
Rush @ Rabu, 22 April 2009 | 17:20 WIB
Saya harap pihak BTN tidak hanya bisa menaikkan suku bunga KPR ato hanya mencari nasabah, tapi lebih dari hal itu, sebagai BANK, seharusnya BTN melayani nasabahnya termasuk kami sekalipun yang membayar KPR, adalah nasabah anda yang selalu harus dilayani, bukan malah di KEBIRI ! lihat pekerjaan developer yang bekerjasama dengan ANDA (baca:BTN) yang selalu mengorbankan NASABAH ANDA, dengan selalu memundurkan pekerjaannya, yaitu membangun rumah, jauh dari tenggat waktu yang dijanjikan.Terima kasih.
Rush @ Rabu, 22 April 2009 | 17:15 WIB
Logika saya yang awam terhadap perputaran uang (biaya) pembangunan perumahan di BTN yang diberikan kepada pihak developer, mengatakan bahwa, tidak ada kontrol dari BTN sendiri atau kurang serius mengawasi pembangunan perumahan pemilik KPR.Saya berpendapat pula, apakah BTN sendiri tidak sadar atau mengacuhkan hal ini, karena apabila dilihat secara jangka panjang, kemungkinan pemilik KPR sendiri bisa berpindah ke bank lain, karena ketidak seriusan BTN mengontrol pembangunan perumahan.(continued)
Rush @ Rabu, 22 April 2009 | 17:14 WIB
Kalo memang bunga KPR dinaikkan dari bulan Februari 2009, dan para pengambil kredit masih membayar cicilannya seperti saya saat ini, mengapa pihak developer selalu mengatakan bahwa ada tersendatnya biaya pembangunan perumahan, yang akibatnya rumah yang seharusnya di tempati pada saatnya, tidak pernah terjadi karena mundur dari batas rencana yang diberikan pihak developer untuk serah terima rumah kepada pemilik KPR. (continued)
Rush @ Rabu, 22 April 2009 | 17:14 WIB
Kalo memang bunga KPR dinaikkan dari bulan Februari 2009, dan para pengambil kredit masih membayar cicilannya seperti saya saat ini, mengapa pihak developer selalu mengatakan bahwa ada tersendatnya biaya pembangunan perumahan, yang akibatnya rumah yang seharusnya di tempati pada saatnya, tidak pernah terjadi karena mundur dari batas rencana yang diberikan pihak developer untuk serah terima rumah kepada pemilik KPR. (continued)
16 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
mp-ws-04