Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bahaya Keseringan Mati Lampu, Pakar: Bikin Elektronik Rusak

Kompas.com, 20 Juni 2026, 19:52 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memperpendek usia sejumlah peralatan elektronik di rumah.

Banyak orang mengira kerusakan terjadi karena perangkat terlalu lama digunakan. Padahal, dalam beberapa kasus, justru proses listrik mati dan kembali menyala secara tiba-tiba yang menjadi penyebab utama kerusakan.

Bukan hanya durasi pemadaman yang perlu diperhatikan, tetapi juga kondisi ketika aliran listrik kembali masuk ke jaringan rumah.

Pakar instalasi kelistrikan Helvin Herman Tirtadjaja, mengungkapkan saat listrik menyala kembali, dapat terjadi lonjakan tegangan yang membuat komponen elektronik bekerja secara mendadak setelah sebelumnya kehilangan daya.

Dalam standar kelistrikan internasional, kondisi seperti ini dikenal dengan beberapa istilah, seperti voltage dip, short interruption, dan transient overshoot.

Voltage dip terjadi ketika tegangan listrik turun secara tiba-tiba, sedangkan short interruption merupakan gangguan listrik yang menyebabkan pasokan daya terputus dalam waktu singkat.

Baca juga: Awas, Sambungan Listrik Longgar Bisa Picu Kebakaran

Sementara transient overshoot adalah lonjakan tegangan sesaat ketika listrik kembali mengalir.

Ketiga kondisi tersebut dapat memberikan tekanan besar pada rangkaian elektronik, terutama perangkat yang memiliki komponen sensitif.

"Setiap mati–nyala menyebabkan arus awal tinggi (inrush current), stress pada komponen, dan pemanasan mendadak," kata Helvin melalui pesan singkatnya, Sabtu (20/6/2026).

Perangkat Elektronik yang Paling Rentan Rusak

Disampaikan Helvin, ada beberapa perangkat elektronik yang rawan mengalami kerusakan bila terlalu sering blackout.

Peryama adalah televisi modern, terutama jenis LED dan OLED, memiliki banyak komponen elektronik yang sensitif terhadap perubahan tegangan.

Ketika listrik mati secara tiba-tiba, sistem daya internal televisi langsung kehilangan pasokan listrik. Kemudian saat listrik kembali menyala, komponen seperti power supply harus menerima arus awal dalam jumlah besar.

Proses berulang ini dapat menyebabkan komponen mengalami tekanan, terutama pada bagian kapasitor dan rangkaian pengatur daya.

Baca juga: 9 Kesalahan Instalasi Listrik di Rumah yang Sering Dilakukan

Jika terjadi terus-menerus, televisi bisa mengalami gangguan seperti sulit menyala, layar bermasalah, atau kerusakan pada modul daya.

Komputer desktop juga menjadi salah satu perangkat yang cukup rentan karena memiliki banyak komponen yang membutuhkan pasokan listrik stabil.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau