Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Kuning Pada Plafon Minimalis?

Kompas.com, 17 November 2022, 19:00 WIB
Masya Famely Ruhulessin

Penulis

Sumber Bob Vila

JAKARTA,KOMPAS.com -Munculnya noda kuning pada plafon minimalis di rumah bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Namun, faktor yang paling umum adalah karena rembesan air. Masalah ini harus ditangani sesegera mungkin agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar pada plafon minimalis.

Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan noda kuning pada plafon minimalis di rumah.

Baca juga: Mengapa Plafon Minimalis di Rumah Anda Punya Noda Kuning?

1. Identifikasi dan perbaiki penyebabnya

Prioritas pertama Anda saat menangani noda kuning akibat rembesan air adalah menemukan sumber kebocoran.

Jika atap yang menjadi masalahnya, temukan bagian atap yang bocor dan segera perbaiki. Bila kebocoran tersebut tidak dapat ditambal, maka mungkin perlu mengganti atap dengan yang baru.

Jika sumber air berasal dari kamar mandi lantai atas, ganti dempul lama yang kerap menjadi penyebab utama kebocoran.

Perbaiki pula toilet yang meluap dan bersihkan saluran air yang tersumbat karena dapat membanjiri lantai kamar mandi dengan air.

2. Bersihkan noda

Sekarang setelah Anda mengatasi masalah dasarnya, Anda bisa membersihkan noda kuning di plafon.
Noda tersebut bisa dibersihkan dengan campuran air hangat dan pemutih.

Cairan ini terbukti akan memudarkan noda serta menghilangkan jamur, minyak, kotoran, atau debu yang tersisa

3. Aplikasikan cat primer

Pilihan cat terbaik untuk menjadi lapisan dasar penutup noda di plafon adalah primer yang berbasis minyak dan tahan jamur.

Anda mungkin tergoda untuk mengaplikasikan cat lateks (cat yang biasa digunakan untuk plafon) langsung di atas noda air.

Namun itu adalah pilihan yang buruk karena cat tersebut larut dalam air. Saat noda air bersentuhan dengan cat lateks, noda akan larut ke dalam lapisan cat basah.

Ketika cat mengering, kandungan mineral noda yang berubah warna terlihat melalui cat di atas permukaan plafon.

Baca juga: Sebelum Beli, Berikut Kelebihan dan Kekurangan Plafon Gypsum Minimalis

4. Tutupi dengan cat plafon

Setelah menutupi bagian yang terkena noda dengan primer, lapisilah kembali area tersebut dengan cat plafon.

Hal ini harus dilakukan karena primer yang diaplikasikan membuat warna area yang ditutupi sebelumnya menjadi lebih terang.

Pengecatan kembali akan membantu mencocokkan warna dengan area plafon sudah ditutupi primer dengan bagian lainnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau