JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta negara anggota G-20 untuk bekerja sama di tengah Pandemi Covid-19, khususnya bidang pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dan Pertanian.
Hal tersebut diungkapkan Basuki dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian dan SDA negara-negara G-20 yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu (12/9/2020).
"Selama Pandemi ini, Kementerian PUPR telah bertekad untuk berperan aktif dalam mewujudkan ketersediaan air yang berkelanjutan dan pengelolaan sanitasi serta kesehatan lingkungan melalui sejumlah program," terang Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Senin (14/9/2020).
Program pertama terkait pengelolaan air dan pertanian yang tengah dikerjakan Kementerian PUPR bersama Kementerian Pertanian adalah pengembangan food estate (lumbung pangan) sekitar 165.000 hektar di kawasan Eks-Proyek Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Basuki mengatakan, program tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan dan krisis pangan di masa mendatang.
Baca juga: Bangun Jalan Tol di Labuan Bajo, Pemerintah Beralasan Perlancar KTT G-20
Kemudian, Kementerian PUPR juga berupaya dalam mengurangi risiko bencana banjir pada tahun ini.
Sebab, bencana banjir di sejumlah wilayah Indonesia telah menimbulkan kerusakan cukup serius, termasuk merusak pembangunan infrastruktur.
Kemudian, Kementerian PUPR mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDG) dengan program 100-0-100.
Artinya, program 100 persen akses universal air minum, 0 persen permuiman kumuh, serta 100 persen akses sanitasi layak.
Basuki menegaskan, sejumlah target infrastruktur SDA akan terus dilanjutkan dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Menurutnya, pencapaian program ketahanan pangan membutuhkan dukungan ketahanan air.
Pada rentang tahun 2020-2024, pembangunan infrastruktur di bidang SDA yaitu, pembangunan 61 bendungan, rehabilitasi 2,5 juta hektar irigasi, konstruksi 500.000 hektar jaringan irigasi baru, seera pembangunan 2.000 kilometer pengendali banjir dan pengaman pantai.
Pada tahun ini, pertemuan dalam pengelolaan SDA negara-negara G-20 berfokus pada dampak ketahanan pangan, air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah dalam menghadapi Pandemi Covid-19.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.