Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPJT Tol Solo-Yogya dan Bawen-Yogya Segera Diajukan

Kompas.com, 30 Maret 2019, 06:00 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mengajukan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) proyek Jalan Tol Bawen-Yogyakarta dan Solo-Yogyakarta.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengungkapkan hal itu ketika menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta, Rabu (27/3/2019).

“Kami akan ajukan PPJT lebih dulu, bila disetujui maka akan lanjut ke DPPT (Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah) dan penetapan lokasi (penlok)," ucap Sugiyartanto, pada laman resmi Pemerintah Provinsi DIY, Rabu (27/3/2019).

Setelah itu, Pemprov DIY akan menerbitkan penentuan lokasi (penlok), dan melakukan proses pembebasan lahan. Cepat atau lambatnya pembebasan lahan akan memengaruhi proses pengerjaan tol tersebut.

Baca juga: Tol Trans-Sumatera Dibangun untuk Genjot Perekonomian

“Jika lahan makin cepat, maka konstruksi nantinya juga semakin cepat. Kuncinya di situ. Pokoknya kita lakukan yang terbaik tak hanya untuk pusat, tapi juga daerah,” 
kata Sugiyartanto.

Jalan tol yang menghubungkan wilayah DIY dan Jawa Tengah itu ditargetkan selesai dibangun paling lambat tahun 2022.

Ditjen Bina Marga berencana membangun jaringan jalan tol ini sampai ke Cilacap.

Meski demikian, konstruksinya harus dilakukan secara bersamaan, berbeda dari pembangunan jalan tol yang bisa dilakukan secara bertahap.

“Kalau jaringan jalan tidak bisa putus-putus, jaringan itu satu, dalam satu pemikiran. Baru pengerjaannya dilakukan secara bertahap, sesuai kebutuhan dan materiil yang ada di lapangan,” tutur Sugiyartanto.

Dia menjelaskan alasan pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta dan Solo-Yogyakarta, karena selama ini jumlah kendaraan yang melintasi jalan nasional yang menghubungkan wilayah antarkota dan antarprovinsi tersebut sudah semakin banyak sehingga kondisi lalu lintas jalan pun bertambah padat.

Hal itu berakibat timbulnya antrean panjang kendaraan yang akan memasuki Yogyakarta.

“Pembangunan tol ini diinisiasi karena volume lalu lintas di Yogya sudah cukup padat. Semoga nantinya ini juga dapat menjadi nilai tambah untuk DIY,” ungkap Sugiyartanto.  

Keberadaan tol tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan potensi perekonomian daerah setempat.

Sebelumnya, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar dibangun juga akses jalan yang masuk ke wilayah Yogyakarta.

"DIY kan sudah dikenal luas sebagai kota wisata dan kota pendidikan yang saling bersinggungan. Sebut saja Borobudur, Prambanan, Imogiri, dan segala potensi pantai. Semua itu akan coba kita gabungkan aksesnya,” papar Sugiyartanto.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau