KOMPAS.com - Kompleks hiburan The Imprints di dekat Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan memukau pengunjung dengan desain bangunan yang tak biasa.
The Imprints didesain oleh firma arsitektur MVRDV, dengan menyesuaikan bangunan yang ada di sekitarnya.
Firma ini memilih untuk menyelaraskan desain bangunan dengan Paradise City, sebuah hotel kecil yang melayani pengunjung di bandara Incheon.
Kedua bangunan dicat dengan warna putih, kecuali satu bagian di gedung taman hiburan yang dicat emas.
Warna ini dipilih untuk menarik perhatian penumpang yang mendarat di bandara. Warna emas pada bangunan berada tepat di sisi pintu masuk.
Kedua bangunan dicat dengan warna putih, kecuali satu bagian di gedung taman hiburan yang dicat emas. Uniknya, pintu masuk gedung taman hiburan ini didesan seolah-olah mengintip dari dalam. Pintu masuk ini juga terlihat layaknya tirai yang ditarik ke atas yang mengarah ke jalan setapak memasuki bangunan.
Baca juga: Bangunan Bekas Bioskop Ini Diubah Jadi Restoran Mewah
The Imprints merupakan pusat hiburan yang terdiri dari dua buah bangunan, yang berfungsi sebagai taman hiburan indoor dan klub malam.
Meski tanpa jendela, namun fasad bangunan tetap memberikan nuansa pintu dan jendela. "Dengan menempatkan desain yang mirip dengan bangunan di sekitarnya, kami menghubungkan The Imprints dengan lingkungannya," jelas Maas.
Meski tanpa jendela, namun fasad bangunan tetap memberikan nuansa pintu dan jendela. Terbukti dengan gambaran jendela dan pintu yang menghiasi eksterior The Imprints.
Dengan banyaknya gambaran pada fasad gedung, setiap panel yang menggambarkan jendela dan pintu terbuat dari beton bertulang yang dilengkapi dengan fiber glass.
Jalur masuk ini memiliki lantaiwarna-warni yang merefleksikan interior dinding dan langit-langit gedung.
Bangunan lain juga memiliki eksterior yang mengagumkan. Jalur masuknya dibuat layaknya tirai yang ditarik ke atas oleh tali tak kasat mata.
Arsitek yang menangani The Imprints percaya, bangunan ini tidak hanya memberikan hiburan bagi pengunjung, namun juga tempat yang bisa dilihat sebagai hasil karya seni.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.