Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Bangunan Ikonik Karya Gubernur Baru Jawa Barat

Kompas.com, 6 September 2018, 16:32 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ridwan Kamil resmi dilantik menjadi gubernur Jawa Barat kemarin, Rabu (5/9/2018). Sebelum terjun ke dunia politik, popularitasnya sebagai seorang arsitek sudah lama tedengar.

Bahkan beberapa rancangannya menjadi bangunan ikonik dan mendapatkan penghargaan baik nasional hingga internasional, seperti 3 bangunan berikut:

Masjid At-taqwa Polda Bangka Belitung

Madjid ini dirancang oleh Ridwan Kamil bersama firma arsitektur Urbane. Warna putih mendominasi eksterior bangunan dengan barisan silinder yang membalut sekeliling masjid.

Barisan silinder ini bukan tanpa makna. Menurut sang arsitek, bentuk ini merupakan manifestasi kesatuan umat Islam yang harus saling berpegang teguh dalam ikatan silaturahmi. Bangunan ini berdiri di lahan seluas 625 meter persegi.

Struktur bangunan masjid juga dirancang untuk mengoptimalkan pecahayaan alami. Atap masjid juga dibuat tinggi dengan tujuan agar sirkulasi udara dapat terdistribusi ke seluruh ruangan masjid.

Bangunan ini berkapasitas lebih dari 1.000 jamaah.

Museum Tsunami

Museum Tsunami, Aceh.istimewa Museum Tsunami, Aceh.
Museum Tsunami di Aceh bukan hanya sekedar bangunan memorial semata. Lebih dari itu, museum in merupakan tempat edukasi sekaligus pengingat masyarakat tentang tragedi bencana gempa bumi dan tsunami pada 2004 silam.

Rancangan bangunan ini menggabungkan rumah Aceh berbentuk panggung. Selain itu, museum ini juga didesain dengan bentuk escape building berupa bukit untuk evakuasi bencana. Bangunan ini diresmikan pada tahun 2009.

Eksterior museum menampilkan budaya Aceh dengan ornamen dekoratif seperti anyaman bambu.

Museum ini memiliki 2 lantai, dimana lantai pertama merupakan area terbuat yang bisa dilihat dari luar. Lantai ini berfunhsi untuk mengenang peristiwa tsunami.

Sementara lantai kedua merupakan tempat yang digunakan sebagai media pembelajaran, berupa perpustakaan, ruang peraga, dan toko souvenir.

Pengunjung menikmati suasana di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern  yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat  evakuasi bencana alam. SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Pengunjung menikmati suasana di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.
Di dalamnya terdapat lorong sempit dengan air terjun yang mengeluarkan suara bergemuruh di kedua sisinya. Lorong ini dibangun untuk mengingatkan pengunjung mengenai bencana tersebut.

Desain museum ini merupakan pemenang dari sayembara lomba desain museum tsunami Aceh pada 2007 lalu. Karyanya mampu mengalahkan 68 desain lain.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau