Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hanya 6 Bulan, Rekonstruksi Rumah Rusak di Lombok

Kompas.com, 23 Agustus 2018, 23:30 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menargetkan pembangunan kembali rumah-rumah rusak akibat gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), selesai dalam enam bulan.

Untuk itu, berbagai cara dan bantuan diupayakan agar rekonstruksi rumah bisa berjalan dengan lancar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, keputusan tersebut diambil dari hasil kunjungan bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada Selasa (21/8/2018).

Baca juga: Rekompak, Cara Pemerintah Bangun Rumah Terdampak Gempa Lombok

“Mengenai rumah itu enam bulan ini harus selesai. Dibangun oleh masyarakatnya sendiri dengan dana Rp 50 juta per rumah,” ujar Basuki, di Auditorium Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Dana rekonstruksi rumah berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Nantinya, masyarakat membangun sendiri rumah mereka masing-masing. Hal itu sesuai dengan slogan yang disosialisasikan, yaitu “Lombok Bangun Kembali”.

Pemerintah tidak membuat hunian sementara (huntara), melainkan membangun tenda-tenda penampungan. Masyarakat akan dibantu merekonstruksi rumah masing-masing.

Pembangunan rumah itu akan dimulai pada September mendatang dan saat ini masih ada waktu hampir dua minggu untuk melakukan persiapan.

Sejumlah mahasiswa juga akan membantu proses rekonstruksi. Mereka akan dilatih terlebih dahulu agar mempunyai bekal yang cukup untuk mendampingi warga setempat dalam membangun kembali rumahnya.

“Hari Senin mahasiswa teknik dari Universitas Mataram dan Universitas Gadjah Mada dikumpulkan untuk dididik sebagai pendamping. Sekarang ini ada 150 orang pendamping yang sudah dilatih,” ungkap Basuki.

Rumah yang akan dibangun mengadopsi konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Ada 20 komponen rumah Risha yang sudah didatangkan ke lokasi gempa lengkap dengan panduan membangun.

Selain itu, lanjut Basuki, Kementerian PUPR juga melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Kadin diminta membantu menyiapkan material bangunan agar proses rekonstruksi bisa lebih cepat," tuntas Basuki.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau