Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 3000 orang peserta mengikuti karnaval budaya memperingati HUT RI ke-73 di Lippo Cikarang, Minggu (19/8/2018). Karnaval tersebut digelar bersama-sama antara Lippo Cikarang (LPCK) dan Warga Perumahan Taman Cibiru.
Karnaval menampilkan antara lain Reog Ponorogo, tanjidor, parade pakaian dan tari daerah, serta marching band Banser NU dan lain-lainnya. Arak-arakan karnaval dimulai dari Taman Cibiru melintasi residensial Elysium, dan kembali ke Taman Cibiru.
Selain karnaval, selama tiga hari sejak 17 Agustus sampai 19 Agustus diadakan berbagai lomba seperti tarik tambang, memancing, melukis, panahan, voli, serta sarasehan kebangsaan lintas agama dan seminar bahaya narkoba.
"Ini hanya sebagai cara membentuk kerjasama yang baik antara pengembang dan komunitasnya supaya tercipta kawasan yang kondusif. Kami berusaha mengajak warga untuk kerja bareng di karnaval ini," ujar Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Simon Subiyanto dalam keterangan tertulis.
Tahun ini LPCK bersama komunitas kawasannya telah melaksanakan beberapa kegiatan antara lain Jalan Sehat Lintas Agama pada 14 Juli 2018 lalu. Beberapa kegiatan yang masih akan dilakukan, menurut Simon adalah pemberian hewan kurban pada hari Raya Idul Adha di sekitar area operasional Lippo Cikarang.
LPCK merupakan pengembang kawasan perkotaan dengan luas area sekitar 3.250 hektar dengan industri sebagai basis ekonominya. LPCK tercatat sudah berhasil membangun lebih dari 17.192 hunian dengan populasi 51.250 orang yang tersebar di kawasan industri yang dibangunnya di Cikarang.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.