Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merekonstruksi Rumah Rusak di Lombok dengan Risha

Kompas.com, 11 Agustus 2018, 22:00 WIB
Erwin Hutapea,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerapkan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) untuk merekonstruksi rumah rusak akibat gempa bumi di Lombok.

Teknologi itu juga diaplikasikan pada dua rumah contoh yang dirancang sebagai Balai Dusun Akar-Akar Utara dan Sekolah Adat Bayan di Desa Karang Bajo, Lombok Utara, yang kondisinya masih utuh meski diguncang gempa bermagnitudo 7 pada Minggu (5/8/2018).

Risha diterapkan dengan menggunakan sistem modular sehingga mudah dipasang dan lebih cepat selesai dibandingkan konstruksi rumah konvensional.

Baca juga: 285 RISHA Dibangun di Perbatasan Indonesia-Timor Lester

Biayanya juga terjangkau, mudah dipindahkan karena knock down, tahan gempa, dan bisa dimodifikasi menjadi kantor, puskesmas, rumah sakit, sekolah, dan lain-lain.

Teknologi ini bisa mengurangi kesalahan berulang saat membangun rumah, khususnya kesalahan sistem sambungan penulangan kolom, balok, dan sloof.

Melalui teknologi Risha, panel yang digunakan sudah terstandardisasi serta sistem sambungan yang bisa dikendalikan dan dicek saat pelaksanaan ataupun sesudahnya.

Penerapan sistem pracetak seperti Risha juga dilakukan di Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur, setinggi 4 lantai yang dibangun Kementerian PUPR melalui kontraktor PT Brantas Abipraya.

Saat ini kondisinya tidak mengalami kerusakan meski jaraknya dekat dengan pusat gempa.

Inilah yang menunjukkan keandalan teknologi Risha sehingga diminati pelaku industri konstruksi. Kecepatan dalam tahap pemulihan dan rekonstruksi menjadi faktor yang menentukan.

Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur.Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Rumah Susun Kayangan, Lombok Timur.
Sebelumnya, penggunaan Risha juga diterapkan sudah oleh para pengembang perumahan dan saat rekonstruksi rumah-rumah yang hancur pasca-bencana alam, seperti di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Yogyakarta.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan dilakukan dengan sistem swakelola dengan konstruksi tahan gempa.

Sedangkan rehabilitasi rekonstruksi rumah yang rusak akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

“Masyarakat tidak hanya menonton, tetapi akan dilibatkan dalam proses rekonstruksi rumahnya. Tim Kementerian PUPR akan melakukan pendampingan teknisnya,” ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/8/2018).

Pelibatan masyarakat dalam rekonstruksi rumah juga pernah diterapkan di Aceh dan Yogyakarta.

Bagian ini menjadi mitigasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai cara membangun rumah tahan gempa.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau