JAKARTA, KOMPAS.com - Renovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dan semua venue menghadapi dua masalah utama.
Menurut Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Iwan Supriyanto, kedua masalah itu adalah biaya dan waktu.
Biaya total yang diperlukan untuk renovasi itu sekitar Rp 3,7 triliun dan harus diselesaikan dalam dua tahun.
Baca juga: Renovasi Venue Asian Games, Lompatan Besar Sejarah Bangsa
"Masalahnya soal budget dan waktu. Biayanya Rp 3,7 triliun untuk di Jakarta, Palembang, dan Jawa Barat," kata Iwan Supriyanto, Kamis (9/8/2018) di Jakarta.
Dia menuturkan, pihaknya bersama para arsitek dan kontraktor harus menghadapi berbagai tantangan dalam melakukan renovasi itu.
Mulai dari perencanaan, penentuan metode konstruksi, hingga pelaksanaannya harus selesai sesuai waktu yang ditargetkan.
Jelang diresmikan Presiden Joko Widodo, Stadion Utama GBK Senayan diguyur hujan, Minggu (14/1/2018).Kadang kala, lanjut dia, ada perbedaan pendapat di antara pihak-pihak yang terlibat itu.
Sebagai contoh, di satu sisi kontraktor menginginkan proses renovasinya berjalan dengan cepat.
Namun, di sisi lain arsitek ingin membuat karya yang berkualitas, tetapi perlu waktu yang lebih lama.
"Kontraktor inginnya cepat, tapi arsitek ingin bikin suatu masterpiece. Itu juga yang jadi kendala," ucapnya.
Selain itu, tantangan lainnya yakni pemenuhan kebutuhan terkait hiburan.
Sebab, pertandingan olahraga saat ini juga dikemas sekaligus menjadi pertunjukan hiburan. Istilahnya dikenal sebagai sportainment.
"Kan sekarang itu sportainment, jadi harus memenuhi standar broadcast. Prinsipnya harus performance based, misalnya tata lampu, AC, dan tata letak kursi penonton," imbuhnya.
Foto udara dipenghujung senja kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (26/12/2017), yang masih terus dikebut pengerjaan renovasinya supaya selesai sebelum event Asian Games 2018 dimulai. Mereka harus mencukupkan pembiayaan renovasi itu dengan hasil maksimal yang memenuhi standar internasional, baik untuk venue yang baru dibangun maupun yang diperbaiki.
"Biaya konstruksi juga jadi tantangan besar. Bangunan yang direnovasi itu ada yang sifatnya continuity dan ada yangg berubah," ujarnya.
Namun, dengan kerja sama yang solid dari semua pihak, lanjutnya, semua venue bisa selesai direnovasi 30 hari sebelum Asian Games 2018 dimulai.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.