SURABAYA, KOMPAS.com - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur, menyambut baik kebijakan Bank Indonesia yang memberi kebebasan kepada perbankan untuk mengatur rasio Loan To Value (LTV) kredit properti dan pembiayaan properti fasilitas rumah pertama untuk semua tipe.
Namun menurut Ketua REI Jawa Timur, Danny Wahid, dukungan itu dengan satu syarat, yakni bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) tidak naik.
"Jangan bank yang tadinya 8 persen menaikkan bunga KPR menjadi 8,5 persen karena BI Rate naik 0,5 persen dari 4,75 menjadi 5,25. Itu tidak akan membuat pasar properti bergerak," kata Danny, Senin (9/7/2018).
Baca juga: LTV Dilonggarkan, Perbankan Tetap Harus Selektif Setujui KPR
Karena itu, dia mengusulkan kenaikan 7days BI Rate hanya plus 3 poin untuk KPR.
"Jadi kenaikan sekitar 8,25 itu sudah cukup bagus selama 15 tahun. Jangan hanya 2 atau 3 tahun saja. Itu tidak akan berpengaruh," imbuh Danny.
Dengan demikian, kata Danny, pasar properti akan bergairah. Karena jika bunga naik, cicilan rumah juga akan naik. Sementara penghasilan masyarakat tidak pernah naik. Besaran cicilan adalah sepertiga dari penghasilan masyarakat.
Di Jawa Timur sendiri, pasar rumah dengan harga di bawah Rp 500 juta cukup bagus. Pada tahun 2017, realisasi rumah murah dengan harga ini, lebih dari 200.000 unit.
"Tahun ini kami menargetkan 250.000 unit. Kami siap asalkan regulasi perizinan juga diperbaiki. Kami siap merealisasikan lebih dari target yang ditetapkan," tegasnya.
Masalah lamanya waktu perizinan menurutnya masih menjadi momok di daerah, meski pemerintah pusat sudah mengatur agar mempersingkat waktu regulasi perizinan.
Dia menengarai, otonomi daerah menjadi kendala, termasuk sumber daya manusianya.
"Perizinan cepat, HPP rumah murah, cost of money rendah, masyarakat kuat membeli rumah, itu saja rumusnya," ucap Danny.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.